Friday, December 2, 2022

Bungakan Kembali Anggrek Bulan

Rekomendasi

Daun phalaenopsis asal Taiwan itu terkulai, menguning, dan keriput. Tangkai bunganya mengering cokelat. Padahal sebulan sebelumnya, anggrek-angrek itu bak putri. Ia dipajang di meja dan ditatap penuh kekaguman.

Nasib anggrek bulan di Jakarta memang tragis. Setelah bunganya layu, ia dicampakkan. Ia kadang diletakkan di tempat yang menerima sinar matahari terik sehingga daun terbakar. Saat musim hujan, ia dibiarkan kehujanan.

Praktis perawatan disamakan dengan tanaman hias lain. Padahal, anggrek bulan dapat berbunga kembali di Jakarta atau pun daerah panas lain. Yang penting ia diperlakukan seperti sebelum berbunga.

Langkah awal

Begitu bunga layu, segera pangkas tangkainya. Bila dibiarkan, ia ikut menggunakan energi tanaman. Setelah itu, perhatikan kondisi media. Bila media—umumnya sphagnum moss—sudah hitam berjamur, sebaiknya ganti dengan media baru. Di daerah panas media itu cepat lapuk karena menyimpan air. Akibatnya tanaman mudah terserang penyakit.

Coba ganti dengan sabut kelapa yang telah dibentuk dadu. Limbah kelapa itu mudah melewatkan air siraman. Sabut itu direndam di air untuk menghilangkan kandungan tannin yang meracuni tanaman. Saat mengganti media, usahakan akar bebas dari sphagnum moss. Caranya, keluarkan tanaman dari dalam pot, lalu cungkil akar satu per satu. Setelah itu letakkan di tempat yang ternaungi 60—75% dengan kelembapan 70%.

Penyiraman dilakukan seperlunya dengan memeriksa tingkat kebasahan media. Raba media dengan jari, bila terasa masih basah, tunda penyiraman. Frekuensi penyiraman biasanya 1—3 kali seminggu. Lakukan penyiraman sebelum matahari bersinar. Bila penyiraman dibarengi pemupukan lakukan per 2 hari atau paling lama per minggu.

Agar kesehatan pulih, gunakan pupuk dengan komposisi N : P : K seimbang, misal 20 : 20 : 20. Berikan dengan dosis 2 g/l air. Untuk pupuk organik dilakukan menjelang siang, sekitar pukul 11.00 dengan dosis 2 ml/l air.

Setelah dipelihara 3 bulan, anggrek siap dibungakan kembali. Kerapatan net yang tadinya 60—75% dikurangi sehingga tanaman menerima sinar matahari 50%. Bila mendung tambah pencahayaan dengan bantuan lampu pada ketinggian 40 cm di atas tanaman. Perpanjang penyinaran hingga 14 jam per hari.

Penyiraman tergantung cuaca. Ubah komposisi kandungan pupuk. Pilih pupuk organik dengan kandungan NPK rendah. Pupuk itu dapat dicampur dengan pupuk kimia yang mengandung P lebih tinggi dibandingkan K dan N, misal 6 : 30 : 10. Minimal kandungan fosfor 15%. Berikan secara intensif 1 kali sehari dengan dosis sama dengan sebelumnya.

Untuk menambah kesegaran tanaman, campurkan Vit B1 dengan pupuk organik 2 ml/l air, seperti Top Soil dan Vit B1. Campur dengan pupuk kimia 2 g/l air. Contohnya Growmore, Hyponex, dan Gandasil. Kalau daun kurang hijau, tambah air sampai menjadi 2 liter. Itu dilakukan selama 3 bulan. Meski tanpa bunga, tanaman tetap menarik karena daun hijau dan sehat.

Setelah 1 bulan, tanaman mulai memunculkan tangkai bunga. Pasang kawat besi sebagai penyangga tangkai. Ikat tangkai di penyangga itu. Sekitar 1—2 bulan kemudian bunga mekar. Agar penampilan tanaman lebih cantik, masukkan dalam pot keramik. Tanaman siap dipajang kembali. (Syah Angkasa/Peliput:Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img