Trubus.id — Sulitnya perbanyakan menjadi salah satu faktor masih jarangnya pekebun mengembangkan mamey sapote. Sementara itu, perbanyakan dengan biji tidak ekonomis karena perlu waktu lama. Perbanyakan mamey sapote bisa dilakukan dengan teknik mencangkok.
Sejatinya, tingkat keberhasilan cangkok mamey sapote relatif baik, kecuali jenis keywest. Tingkat keberhasilan cangkok keywest hanya 20–30%, bahkan dengan teknik sambung susu sekalipun.
Mamey sapote keywest memiliki getah lebih banyak dibanding jenis lain sehingga agak sulit diperbanyak dengan cangkok. Mamey sapote jenis lain seperti lorito, havana, dan magana cenderung mudah dicangkok.
Berdasarkan pengalaman penangkar buah, mencangkok mamey sapote lorito butuh waktu 1,5–2 bulan untuk turun cangkok. Mamey sapote lorito lebih mudah dicangkok dibanding mamey sapote jenis lain.
Semua bibit tumbuh tanpa ada tambahan perangsang akar. Caranya, pilih cabang berukuran dan berumur sedang. Artinya, cabang terpilih tidak terlalu muda, juga tidak terlalu tua. Jika cabang yang dicangkok terlalu tua, akar sulit muncul.
Sementara itu, jika cabang terlalu muda, akar justru mudah busuk. Untuk memudahkan, pilih saja titik yang berada 50–70 cm dari ujung cabang yang akan dicangkok. Selanjutnya, Anda dapat mengerat cabang terpilih sepanjang 3–5 cm.
Berikutnya, lakukan pengerikan pada area sayatan hingga getah berkurang. Biarkan luka sayatan itu terbuka selama 5–7 hari. Pada hari ketujuh barulah Anda dapat menutup luka dengan tanah, lalu membalutnya dengan plastik.
Dengan cara itu, akar muncul sekitar 1 bulan kemudian. Perbanyakan mamey sapote dengan cangkok merupakan cara paling ekonomis saat ini. Perbanyakan dengan sambung susu bisa dilakukan, tetapi sedikit sulit diterapkan.
