Sunday, July 14, 2024

Menteri Pertanian akan Tindak Tegas Agen yang Bermain Pupuk Bersubsidi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Banyak informasi terkait kelangkaan pupuk di masa tanam 2023. Menanggapi informasi yang beredar itu, Menteri Pertanian pastikan stok pupuk bersubsidi sudah sesuai dengan permintaan.

“Selalu saja masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tapi kalau dicek, misalnya ada 100 desa, lalu ada satu desa atau satu dusun yang mempersoalkan, jangan dianggap semua dong,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dilansir dari laman Kementerian Pertanian.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya mengakomodir terkait informasi pupuk tersebut. Bahkan, saat ada informasi yang simpang siur, Kementerian Pertanian akan segera menindaklanjuti kebenaran informasi yang beredar.

Syahrul meminta, jika ada informasi terkait kelangkaan pupuk, bisa langsung melapor. Namun, dengan menyertakan informasi yang jelas, misalnya menyebutkan lokasi kelangkaan yang ditemukan. 

“Kalau ada agen main-main laporkan sama saya, saya berhentikan,” tegasnya.

Syahrul menjelaskan, petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi mesti terdaftar pada e-Alokasi. Jika tidak terdaftar, tentu tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi. Ada prosedur agar masyarakat mendapat pupuk bersubsidi.

“Bupati usulkan ke provinsi, provinsi seleksi lagi, kalau ada masuk e-Alokasi itu tinggal kita sikapi. Untuk stok saat ini aman,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan sehingga mekanisme distribusi pupuk diatur dan diawasi setiap tingkatan melalui lima lini sesuai Permendag No. 04/2023.

Lini pertama ke lini kedua dikontrol melalui menteri. Selanjutnya, lini kedua ke lini tiga, dikontrol gubernur, begitupun lini tiga keempat dikontrol bupati atau walikota, dan lini kelima dikontrol oleh masyarakat dan agen.

“Biasanya lini kelima didistribusikan agen yang sudah ditunjuk pemerintah,” kata Ali.

Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan pupuk subsidi pada 2023 sebesar 9.013.706 ton. Jumlah tersebut terdiri atas pupuk urea sebesar 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton, dan NPK formula khusus 211.003 ton.

Pada pelaksanaannya, saat ini pupuk yang telah diinput dan disahkan bupati melalui aplikasi e-Alokasi adalah urea sejumlah 4,6 juta ton, NPK 3,1 juta ton, dan NPK formula khusus 114.033 ton.

Ia pun menegaskan hanya petani yang sudah terdaftar di sistem e-Alokasi yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu. Adapun persyaratan pemberian pupuk subsidi semakin ketat. Tidak sembarang tanaman bisa mendapat jatah pupuk bersubsidi. Tanaman yang mendapat pupuk bersubsidi, yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi, dan kakao.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img