Trubus.id—Hasil sambung (grafting) cengkih dapat mencegah cendawan akar putih. Itulah cengkih milik pekebun di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, mati terserang cendawan akar putih, Gede Wiyasta Suta Atmaja.
Wiyasta menyambung cengkih varietas zanzibar sebagai batang atas dengan Syzygium oleana sebagai batang bawah. “Saya pilih zanzibar karena terbukti produktif. Sementara batang bawah saya pilih pucuk merah karena berakar kuat, bisa tahan cendawan dan tahan kekeringan,” kata petani sekaligus penangkar bibit itu.
Wiyasta menggunakan teknik sambung susu agar tingkat keberhasilannya maksimal. Wiyasta awalnya mencoba-coba menyambung cengkih dengan beragam tanaman yang satu genus seperti jamblang (Syzygium cumini), banji (Syzigium syzigioides), dan pucuk merah.
Ternyata yang paling bagus dengan tanaman pucuk merah. Kombinasi cengkih dengan pucuk merah sebagai batang bawah menghasilkan tanaman yang tangguh di daerah kering dataran rendah dan tahan penyakit.
“Cocoknya untuk dataran rendah, kalau dataran tinggi malah kurang optimal hasilnya,” kata Wiyasta. Untuk memyambung cengkih, mula-mula Wiyasta menyiapkan bibit cengkih dan pucuk merah setinggi 1,5 jengkal orang dewasa.
Ia memotong bagian atas bibit pucuk merah sebagai batang bawah hingga tersisa 20 cm dari permukaan tanah. Ia membelah bagian atas batang bawah itu secara vertikal menjadi dua sepanjang 10 cm.
Cengkih zanzibar sebagai batang atas juga ia belah setengah bagian sepanjang 10 cm. “Posisi belahnya menyesuaikan batang bawah agar ketika direkatkan menempel sempurna,” kata petani cengkih sejak 1985 itu.
Langkah selanjutnya ia membungkus bagian yang saling menempel dengan plastik. Sebelumnya ia memberikan “obat“ pada bagian yang dibelah agar tumbuh maksimal. Sayang ia enggan menyebutkan “obat“ itu.
Sepekan pascapenyambungan, Wiyasta melukai batang bawah cengkih agar mati. “Dilukasi biasa saja sepekan sekali hingga batang bawah cengkih putus. Dengan begitu batang bawah tergantikan pucuk merah,” kata penangkar bibit sejak 2011 itu.
Berkat kesuksesan menyambung cengkih, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mengajak Wiyasta bekerja sama sebagai pelaku teknis. Sekitar 1.200 bibit cengkih grafting tersebar di Bali.
“Hampir semuanya sudah mulai belajar berbuah, dan tidak ada satupun yang menunjukkan gejala terkena serangan cendawan akar putih,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, M.D. Agus Adnyana.
