Tuesday, July 23, 2024

Cuan dari Budidaya Nila Bioflok

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Budidaya nila dapat menggunakan sistem bioflok.  Menurut peneliti nila bioflok di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Adi Sucipto, M.Si., bioflok adalah kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, fungi, zooplankton, dan fitoplankton. 

Fungsinya mereduksi bahan organik dan anorganik dalam media pemeliharaan ikan sehingga kualitas air terjaga. Bakteri memerlukan sumber karbon seperti molase sebagai sumber energi agar bekerja maksimal. 

Kemudian terbentuklah bioflok hasil ikatan dinding sel bakteri plus mikrob seperti  zooplankton, dan fitoplankton.  Cara kerja bioflok bermula dari pakan tak termakan dan kotoran ikan padat yang terakumulasi di dasar bak yang memproduksi amonia. Fitoplankton pun menyerap amonia beracun sehingga pertumbuhan ikan optimal. 

Apakah budidaya nila bioflok menguntungkan? Menurut pengelola Nuri Farm Rudi Handoko, biaya produksi 1 kg ikan hanya Rp15.000—Rp20.000. Adapun harga jual nila Rp30.000— Rp35.000 per kg. Peternak memperoleh laba Rp10.000—Rp20.000 per kg. 

Biaya produksi nila konvensional sama atau lebih rendah Rp15.000 per kg. Namun, volume panen budidaya konvensional jauh lebih rendah. Masa budidaya nila bioflok juga jauh lebih cepat dibandingkan dengan nila konvensional.

Menurut pembudidaya nila bioflok Dadang Mursyid, S.Pd., budidaya bioflok menguntungkan pasalnya masa budidaya lebih cepat dan hasil panen lebih banyak. 

Dadang menambahkan, hasil panen dari kolam bulat berdiameter 4 meter mencapai 350 kg dengan masa budidaya 3,5—4 bulan. Sistem budidaya konvensional di luasan sama paling banter menuai 100 kg nila dengan masa budidaya 6 bulan

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img