Daun pohpohan selama ini dikenal sebagai lalapan khas Sunda dengan rasa segar dan aroma unik. Perempuan asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Marsya Salsabila, mengaku hampir selalu memesan lalapan pohpohan saat makan di rumah makan Sunda. “Saat dikunyah terasa segar walau sedikit pahit, tapi memberikan sensasi hangat di mulut seperti daun mint,” tutur Marsya. Biasanya pohpohan disantap mentah bersama sambal terasi, sambal dadak, atau sambal oncom, dengan lauk sederhana seperti ikan asin, tahu, dan tempe.
Di balik kesederhanaannya, daun pohpohan menyimpan faedah kesehatan yang besar. Peneliti senior SEAFAST Center IPB, Prof. Dr. Andarwulan, M.Si., menyebutkan bahwa daun pohpohan mengandung antioksidan, terutama vitamin C. Dengan mengonsumsi 50 gram daun pohpohan segar dalam sekali makan, dapat memenuhi kecukupan vitamin C 80% dalam tubuh. Selain mineral, daun pohpohan juga mengandung serat pangan dan senyawa fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.
Lebih jauh, penelitian ilmiah membuktikan potensi antidiabetes daun pohpohan. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada, Dr. apt. Nur Rahayuningsih, M.Si., mengungkapkan bahwa ekstrak etanol daun pohpohan mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit. Hasil terbaik ditunjukkan pada dosis 2,4 g/kg bobot badan dengan persentase penurunan mencapai 31,19%. Menurut Nur efek itu berkaitan dengan kandungan alkaloid, polifenolat, tanin, dan flavonoid yang bersifat antihiperglikemik.
Temuan itu menjadi kabar baik mengingat diabetes melitus dikenal sebagai “mother of diseases”. Sejauh mana lalapan sederhana ini berpotensi mendukung pengelolaan diabetes? Simak ulasan lengkapnya di link e-magzTrubus berikut ini: https://majalah.trubus.id/emagazine/rahasia-bugar-saat-puasa/
