Thursday, January 29, 2026

Gandrung pada Maine Coon

Rekomendasi
- Advertisement -

Nun di semarang, retno kusumaningrum spog menghabiskan waktunya di rumahsakit bersalin kusuma. Namun saat malam tiba, ketiganya punya satu kegiatan serupa: bercengkerama bersama maine coon.

 

 

Setiba di rumah pada pukul 23.00 WIB, Prijasambada segera menengok ke-10 klangenannya di ruangan berukuran 4 m x 4 m. Satu per satu kunci pintu kandang dibukanya, sehingga maine coon-maine coon itu berhamburan. Salah satu maine coon ditangkap Pri lalu dielus-elus. ‘Bermain dengan mereka membuang stres,’ ujar ayah 3 putra itu. Biasanya Pri bercengkerama dengan klangenannya hingga tengah malam.

Ketertarikan Pri memelihara kucing besar itu berawal saat melihat maine coon sepanjang 60 cm pada Trubus Cat Show di Museum Purnabhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Mei 2007. Maine coon jantan dapat mencapai panjang 1 m dan bobot 6 – 9 kg; betina 7 – 11 kg. ‘Besar, seperti anak singa,’ kata pemilik PSASystem yang bergerak di bidang konsultasi structure engineering itu. Setelah inden 7 bulan, pada Desember 2007 Pri berhasil memboyong Chandra Daniel – maine coon berumur 11 bulan – dari pembiak di Bekasi.

Impor

Sebelum mendapatkan Daniel, Pri berselancar ke dunia maya untuk bisa memiliki maine coon. Ratusan surat elektronik dikirim ke berbagai penangkar maine coon dunia. Pada September 2007 pembiak dari Belanda membalasnya. Setelah surat-menyurat sebulan, Januari 2008 pembiak dari negeri Kincir Angin itu mengirimkan Timaracoon’s Wild Rose, maine coon betina berumur 3 bulan.

Kedatangan Wild Rose hampir berbarengan dengan maine coon bernama Xanthie Atte Ros, CZ dari Cekoslavakia. Dari Rusia, datang pula Homelynx Fairy Boy pada Juni 2008 ke kediaman Pri di Kalimalang, Jakarta Timur. Lot, panggilan Fairy Boy, yang masih anakan itu menjadi favorit Pri. Sebulan kemudian Bony Belle, Miwahni Pretori, dan Fire Fox asal Australia meramaikan rumah Pri.

Pri mendatangkan maine coon impor untuk mendapatkan darah unggul. Cita-cita Pri memang ingin menjadi penangkar maine coon. Saat ini ia tengah menanti kedatangan 2 maine coon baru dari Amerika Serikat. ‘Amerika negeri asal maine coon, sehingga darahnya masih murni,’ tambah alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta itu. Untuk mendapatkan kucing impor Pri merogoh kocek sebesar US$600 – US$1.000/ekor umur 3 – 4 bulan.

Pelepas rindu

Seperti Pri, keinginan memiliki maine coon berkualitas membuncah di hati Retno Kusumaningrum SpOG. Dokter spesialis obstetri-ginekologi di Semarang itu semula membeli 4 maine coon ternakan lokal pada awal 2007. Beberapa bulan kemudian Retno mengimpor Yousef ATRov dari Chechnya. Untuk mendapatkan kucing yang kini berumur 8 bulan itu Retno perlu menginden 5 bulan. Itu bukan masalah, ‘Yousef punya warna bicolor: merah dan cokelat,’ ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang membelinya seharga Rp40-juta.

‘Yousef senang bermain. Ditemani 4 maine coon lain ia kerap bermain hingga larut malam,’ tutur Retno yang selalu menyempatkan menengok klangenannya meski sibuk dengan pekerjaan. Itulah sebabnya kucing-kucingnya sangat dekat dengan perempuan penyayang binatang itu. ‘Hanya mendengar suara kertas yang digumpalkan di tangan, kucing-kucing itu mendekat,’ ujar Retno. Itu cukup membuat rasa lelah Retno sehabis bekerja hilang.

Tanya Wilhelm juga jatuh hati pada maine coon. Bagi ekspatriat asal Kanada itu maine coon obat pelepas rindu. Harap mafhum, Tanya yang baru tiba di Jakarta pada Oktober 2007 lalu, sudah memelihara kucing lokal di negerinya. Simba – nama kucing itu – yang berumur 8 tahun dilarang dokter dibawa ke Jakarta karena takut terserang kutu dan cendawan. Kerinduan Tanya pada Simba tersalurkan saat berkunjung ke Manggadua di Jakarta Pusat. ‘Ada kucing yang ukurannya serupa Simba,’ kata Tanya yang sebelumnya pernah tinggal di Jerman.

Namun keinginan memelihara itu harus ditunda sampai penghujung 2007. Itu lantaran kucing yang dipesan dari pembiak di Jakarta terkena penyakit kuping dan mata. Beruntung pada Desember 2007, pembiak di Bekasi menawarkan Leo dan beberapa maine coon lain. Tubuh mungil Leo yang nyaris tanpa bulu menjadi pertimbangan untuk dipilih. Selain lucu Leo memang pandai. Ketika dilatih berjabat tangan dan duduk, dalam waktu singkat ia bisa melakukannya. ‘Common Leo, shake hand (ayo Leo berjabat tangan, red),’ perintah Tanya yang belum fasih berbahasa Indonesia itu.

Leo juga gemar main petak umpat. Kucing berumur 10 bulan itu pandai sekali menemukan Tanya yang sengaja bersembunyi. Atau sebaliknya, Leo bersembunyi dan Tanya yang mencari. ‘Ia ingin main terus. Suatu ketika, pada pukul 04.00 Leo membangunkan saya dan suami dengan menghidup-matikan lampu meja di samping tempat tidur,’ tutur Tanya. Kemanjaan itulah yang membuat Tanya tak bisa jauh dari Leo. ‘Leo akan ikut ke China. Saya tak sabar melihat reaksinya bermain di salju,’ ujar Tanya yang akan ke negeri Tirai Bambu.

Mudah dirawat

Pri, Retno, dan Tanya sepakat maine coon jenis kucing yang mudah dirawat. Bulu semi panjangnya cukup disisir setiap 2 – 3 hari. Padahal persia butuh 2 – 3 kali dalam sehari. Namun sama seperti persia, maine coon perlu rutin dimandikan setiap minggu dengan sampo khusus sesuai warna bulu. Kemudahan lain, mata maine coon tak perlu dibersihkan dengan obat khusus.

Soal makan maine coon rajanya. ‘Makannya bisa 3 – 4 kali lipat daripada kucing biasa,’ tutur Retno yang menyediakan 4 kg/bulan pakan kering untuk ke-5 maine coonnya. Pakan tambahan seperti kombinasi campuran daging dan pakan basah diberikan sebagai penambah energi. Agar tulangnya kuat, vitamin tulang dan bulu, diberikan setiap bulan. Bila dihitung biaya perawatan maine coon tidak tinggi, ‘Rp5.000/ekor/hari,’ kata Pri. Mudahnya perawatan itu membuat Pri, Retno, dan Tanya tak perlu khawatir meninggalkan maine coon untuk bekerja. (Lastioro Anmi Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Mengatasi Philodendron Layu, Busuk Akar, dan Daun Menguning

Philodendron termasuk tanaman yang kuat. Meski beitu tanda seperti layu, busuk akar, atau daun menguning biasanya mengindikasikan gangguan fisiologis...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img