Wednesday, January 21, 2026

Sistem Bebas Sangkar untuk Menjamin Kesejahteraan Ayam Petelur

Rekomendasi
- Advertisement -

Sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar dinilai mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi ayam untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Hal tersebut disampaikan Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M. Rur.Sc.

Menurut Ronny, ayam petelur secara alami memiliki berbagai perilaku khas, seperti berjalan, mandi debu, dan mencari pakan sesuai pilihannya. Selain itu, ayam juga memiliki kebiasaan membuat sarang, mengepakkan sayap, meregangkan tubuh, serta menggoyangkan ekor. Perilaku tersebut sulit ditampilkan apabila ayam dipelihara dalam kandang individu yang sempit.

“Pemeliharaan dalam kandang individu membatasi ruang gerak ayam sehingga tidak memungkinkan unggas mengekspresikan sifat alaminya. Kondisi ini dinilai melanggar prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare,” ujarnya.

Pada sistem bebas sangkar, pemeliharaan ayam dilakukan dalam kandang komunal, bukan secara individu. Di dalam kandang tersebut disediakan fasilitas penunjang seperti tempat bertengger, area beristirahat, serta kotak sarang untuk bertelur. Dengan demikian, ayam memiliki kebebasan bergerak dan berperilaku alami meski tetap berada di dalam kandang tertutup.

Ronny menjelaskan, sistem bebas sangkar memungkinkan ayam berkeliaran di dalam kandang, namun tidak memberikan akses ke ruang terbuka di luar kandang. Pola ini dinilai lebih terkontrol dibandingkan sistem umbaran, tetapi tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan kesejahteraan unggas.

Selain dari sisi kesejahteraan, sistem ini juga berpotensi menghasilkan telur yang lebih sehat. Peternak umumnya memberikan pakan alami sebagai sumber nutrisi ayam.

Asupan pakan yang lebih beragam dan mendekati kondisi alami diyakini berpengaruh terhadap kualitas telur yang dihasilkan.

Ronny berharap penerapan sistem bebas sangkar dapat menjadi alternatif bagi peternak ayam petelur di Indonesia, seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap isu kesejahteraan hewan dan kualitas pangan asal ternak.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img