Monday, May 18, 2026

Domba Dorper hingga Kambing Boer Jadi Andalan Ternak Pedaging

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Beragam jenis domba dan kambing unggul kini banyak direkomendasikan para ahli peternakan sebagai ternak pedaging potensial. Selain domba garut, salah satu ras yang populer ialah domba dorper.

Domba asal Afrika Selatan itu dikenal sebagai salah satu penghasil daging terbaik di dunia. Pertumbuhannya sangat cepat dengan kenaikan bobot mencapai 7—10 kg per bulan.

Selain adaptif terhadap lingkungan, domba dorper juga memiliki sifat tenang dan kualitas daging yang empuk dengan persentase karkas tinggi.

Jenis lain yang juga banyak diminati ialah domba texel asal Belanda. Domba tersebut terkenal memiliki otot kuat dan kualitas daging premium dengan lapisan lemak minimal.

Adapun domba ekor gemuk dan domba ekor tipis dinilai cocok dikembangkan di Indonesia karena mampu beradaptasi pada lingkungan kering dan pakan terbatas. Kedua jenis itu sesuai untuk sistem penggemukan tradisional maupun intensif.

Peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Mohammad Huda Khairon, memilih mengembangkan domba suffolk. Menurutnya, suffolk memiliki ukuran tubuh besar dan pertumbuhan cepat sehingga prospektif sebagai domba pedaging unggulan.

Ia bahkan mendatangkan bibit langsung dari Australia untuk kebutuhan pembibitan.

Sementara itu Institut Pertanian Bogor (IPB) turut mendorong pengembangan domba sakub asal Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Salah satu dosen Fakultas Peternakan IPB, Dr. Iwan Prihantoro, S.Pt., M.Sc., aktif melestarikan rumpun tersebut melalui Jaringan Komunitas Pecinta Rumpun Sakub (JAKA-TARUB).

Menurut Iwan, domba sakub memiliki potensi besar sebagai ternak pedaging berkualitas apabila didukung program seleksi genetik yang baik.

“Domba sakub memiliki karakter dasar itu,” ujar Iwan.

Selain domba, kambing pedaging juga memiliki prospek cerah. Salah satu ras unggulan yang direkomendasikan para praktisi ialah kambing boer asal Afrika Selatan.

Kambing boer dikenal memiliki pertumbuhan sangat cepat. Pada usia 6 bulan bobotnya dapat mencapai 35—45 kg dengan persentase karkas sekitar 40—50% dari bobot tubuh.

Jenis lain yang banyak dikembangkan ialah kambing boerka, hasil persilangan kambing boer dan kambing kacang. Ras itu menggabungkan pertumbuhan cepat boer dengan daya adaptasi kambing lokal.

Kambing bligon atau jemoko juga menjadi pilihan menarik karena memiliki tubuh besar dan mudah dipelihara. Sementara kambing peranakan ettawa (PE) cocok dikembangkan sebagai kambing dwiguna karena dapat dimanfaatkan sebagai penghasil daging sekaligus susu.


Artikel Terbaru

Anak Teknik Alat Berat Sukses Jadi Pekebun Cabai, Raup Hingga Rp150 Juta per Hektare

Trubus.id-Ladang cabai menjadi sumber penghidupan menjanjikan bagi Hebi Rizki Susanto. Pemuda asal Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Provinsi...

More Articles Like This