Trubus.id-Selain mengembangkan varietas ijo kajuman, Jabat Menjulu juga menciptakan varietas kakao baru bernama beneng jomot. Varietas itu merupakan hasil persilangan antara ijo kajuman dan mama murmas.
Menurut Jabat, beneng jomot memiliki ciri khas warna merah tua yang semakin mencolok saat buah matang. Ukuran buahnya pun lebih besar dibandingkan ijo kajuman.
“Ciri khas beneng jomot adalah warna merah tua yang semakin mencolok saat matang. Ukuran buahnya bahkan lebih besar daripada ijo kajuman,” ujar Jabat.
Meski ukuran buahnya besar, ketebalan biji beneng jomot masih kalah dibandingkan ijo kajuman. Untuk menghasilkan 1 kilogram biji kakao kering dibutuhkan sekitar 20 buah beneng jomot.
Namun, varietas itu tetap memiliki produktivitas tinggi yang hampir setara dengan ijo kajuman. Keunggulan lainnya, beneng jomot lebih tahan terhadap serangan hama penggerek buah sehingga dinilai lebih aman dibudidayakan petani.
Keunggulan dua varietas kakao lokal tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Samsuri, bahkan berencana mendaftarkan ijo kajuman dan beneng jomot ke Kementerian Pertanian agar diakui sebagai varietas resmi.
Menurut Kusmalahadi, langkah itu penting untuk melindungi hasil penemuan lokal sekaligus memperkuat identitas komoditas pertanian Lombok Utara.
“Tahun depan kita akan daftarkan varietas kakao lokal baru ini dan menjadikannya sebagai kebanggaan daerah sekaligus membuka jalan ekspor bagi petani,” kata Kusmalahadi saat menghadiri panen perdana ijo kajuman pada Oktober 2025.
