Trubus.id—Satai, gulai, rendang, dan tongseng menjadi kreasi menu saat momen idul adha. Namun, konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol secara berlebihan saat perayaan itu berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah, terutama pada orang yang memiliki riwayat dislipidemia.
Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lemak dalam darah yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol total, trigliserida, serta Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Kondisi itu juga biasanya disertai penurunan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.
Dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Hesti Murwani Rahayuningsih menjelaskan bahwa dislipidemia dapat meningkatkan risiko aterosklerosis yang berujung pada penyakit jantung hingga strok.
Menurut World Health Organization, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Karena itu, pengaturan pola makan penting dilakukan, terutama saat konsumsi makanan berlemak meningkat seperti pada Iduladha.
Salah satu bahan alami yang berpotensi membantu mengendalikan kolesterol ialah Jahe merah. Tanaman rempah itu telah lama dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional dan minuman kesehatan.
Menurut Hesti, jahe merah mengandung berbagai senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, paradol, zingerone, flavonoid, dan polifenol. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe merah bahkan lebih tinggi dibandingkan jahe gajah.
Senyawa tersebut memiliki efek antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, gingerol juga memiliki efek hipokolesterol dan antiaterogenik yang membantu menekan pembentukan kolesterol.
“Kandungan gingerol dalam jahe memiliki efek hipokolesterol, antiaterogenik, serta penekanan aktivitas enzim HMG-KoA reduktase sehingga dapat mengurangi biosintesis kolesterol total,” ujar Hesti.
Keampuhan jahe merah membantu menurunkan kolesterol juga dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan Resti Puspita Sari dan dipublikasikan dalam Journal of Nutrition College Volume 3 Nomor 4.
Dalam penelitian itu, perempuan berusia 30—50 tahun dengan kadar kolesterol 200—249 mg/dL dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan mendapat minuman jahe merah sebanyak 3,2 ml per kg bobot badan per hari selama 21 hari.
Hasilnya, kadar kolesterol total kelompok perlakuan turun dari rata-rata 226 mg/dL menjadi 206,46 mg/dL. Sebaliknya, kelompok kontrol justru mengalami peningkatan kolesterol total.
Menurut Resti, efek penurunan kolesterol dipengaruhi kandungan flavonoid dan polifenol pada jahe merah. Kedua senyawa itu membantu menghambat oksidasi LDL, meningkatkan pembuangan kolesterol melalui asam empedu, serta membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
Selain jahe merah, dokter sekaligus herbalis asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidi Aritjahja menggunakan kombinasi herbal lain untuk membantu mengendalikan kolesterol.
Ia merekomendasikan ramuan dari lima lembar daun salam, tiga jari kulit kayu manis, dan satu jari lengkuas yang direbus dengan tujuh gelas air hingga tersisa enam gelas.
“Jadi, tidak sekadar menurunkan kolesterol, tetapi sekaligus memperbaiki sistem metabolismenya,” ujar Sidi.
Meski demikian, konsumsi herbal tetap perlu diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik. Saat Iduladha, masyarakat disarankan membatasi konsumsi jeroan dan makanan tinggi lemak, memperbanyak sayur dan buah, serta menjaga pola hidup aktif agar kadar kolesterol tetap terkendali.
