Monday, May 25, 2026

RUN, Suplemen Protein Bypass Pendongkrak Bobot Domba

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Nutrisi yang cukup menjadi faktor penting dalam penggemukan ternak ruminansia. Salah satu nutrien yang sangat dibutuhkan ialah protein karena berperan besar dalam pembentukan dan pertumbuhan otot.

Umumnya protein diberikan melalui konsentrat seperti bungkil kedelai, ampas tahu, maupun hijauan leguminosa. Protein yang dikonsumsi ternak ruminansia berupa protein kasar yang terdiri atas protein mudah terdegradasi (Rumen Degradable Protein atau RDP) dan protein tidak terdegradasi (Rumen Undegradable Protein atau RUP).

Protein terdegradasi diperlukan sebagai sumber nitrogen bagi sintesis protein mikrob di dalam rumen. Kehadiran mikrob rumen membuat ternak ruminansia tidak sepenuhnya bergantung pada protein pakan karena mikrob tersebut dapat menjadi sumber protein bermutu tinggi bagi ternak.

Namun, pada ternak dengan produktivitas tinggi seperti ternak penggemukan, protein mikrob saja belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi. Oleh sebab itu, diperlukan protein bypass atau protein yang tidak terdegradasi di rumen sehingga dapat langsung dimanfaatkan tubuh ternak.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan suplemen Rumen Undegradable Nutrient (RUN). Suplemen itu diproduksi menggunakan teknologi proteksi sehingga tidak didegradasi oleh mikrob rumen.

Menurut dosen Fakultas Peternakan UGM, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP., sebagian besar pakan ternak ruminansia selama ini berasal dari limbah dengan kualitas rendah, kandungan serat tinggi, dan protein rendah.

Kondisi itu menyebabkan kebutuhan nutrien ternak tidak tercukupi secara optimal. Karena itu, Muhsin bersama tiga mahasiswa Fakultas Peternakan dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM melakukan penelitian pengembangan RUN.

Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yakni uji in vitro di laboratorium dan uji in vivo pada ternak. Pengembangan teknologi dilakukan untuk mengetahui tingkat proteksi suplemen RUN di dalam rumen.

Bahan utama yang digunakan ialah lemak dari Crude Palm Oil (CPO) serta asam amino arginin, metionin, dan lisin. Berdasarkan hasil penelitian, teknologi proteksi yang dikembangkan mampu menurunkan degradasi nutrisi hingga 40%—50%.

Dengan demikian, nutrisi berupa asam lemak dan asam amino tidak dicerna oleh mikrob rumen sehingga dapat dimanfaatkan langsung untuk mendukung produktivitas ternak.

Bobot badan meningkat

Penelitian berikutnya dilakukan pada domba. Hasilnya, penambahan suplemen RUN mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH).

Domba yang diberi RUN sebanyak 2,5% dan 5% memiliki pertambahan bobot badan harian masing-masing 24% dan 30% lebih tinggi dibandingkan dengan domba tanpa pemberian RUN.

Selain itu, penggunaan RUN juga mampu menurunkan nilai konversi pakan hingga 25%—30%. Artinya, penggunaan pakan menjadi lebih efisien.

Muhsin menjelaskan, hasil tersebut terjadi karena asam lemak dari CPO berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh ternak. Sementara arginin berperan dalam metabolisme kreatin untuk pembentukan otot. Adapun metionin dan lisin mendukung metabolisme energi sehingga produktivitas ternak meningkat.

Berdasarkan analisis ekonomi, penggunaan teknologi RUN dapat meningkatkan keuntungan hingga 50% lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol.

Peningkatan keuntungan diperoleh dari efisiensi usaha penggemukan berupa peningkatan pertambahan bobot badan harian dengan konversi pakan yang lebih rendah.

Muhsin berharap teknologi RUN dapat menjadi inovasi yang membantu meningkatkan keuntungan peternak rakyat.

“Harapannya hasil penelitian itu tidak sekadar menjadi penelitian semata, tapi akan dikembangkan menjadi inovasi bernilai ekonomi tinggi,” ujar Muhsin.


Artikel Terbaru

Minyak Kayu Putih untuk Sel Surya Ramah Lingkungan

Pengembangan energi terbarukan terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi datang dari...

More Articles Like This