Jakarta — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan cabai nasional dipastikan dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil. Pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, menilai langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga distribusi pangan menjadi faktor utama terciptanya stabilitas pasar.
Pedagang cabai PIKJ, Guntur, mengapresiasi upaya Kementan yang turun langsung membantu petani, khususnya di wilayah terdampak bencana di Aceh. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya melindungi petani, tetapi juga memberi kepastian pasokan bagi pasar induk.
“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian sudah bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh,” ujar Guntur, dilansir pada laman Kementan.
Ia menjelaskan, para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi cabai berjalan lancar sehingga harga tetap kondusif dan tidak menimbulkan gejolak pasar.
“Kami terus berkoordinasi agar pendistribusian berjalan baik, harga tetap stabil, dan tidak terjadi gejolak di Pasar Induk Kramat Jati,” katanya.
Guntur optimistis harga cabai akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Pasokan, menurutnya, tidak hanya bergantung pada satu daerah, melainkan berasal dari berbagai sentra produksi nasional.
“Untuk menghadapi Nataru, kemungkinan harga cabai masih terkontrol dan stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini panen cabai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mulai melimpah. Selain itu, pasokan juga datang dari Sulawesi Selatan dan Aceh.
“Saat ini panen dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah cukup banyak, ditambah pasokan dari Sulawesi Selatan dan Aceh. Insyaallah sampai Nataru harga tetap aman,” imbuhnya.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah konkret dengan menyerap langsung hasil panen petani cabai di Aceh. Sebanyak 40 ton cabai dari sentra produksi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dibeli dan segera didistribusikan.
Dari jumlah tersebut, 15 ton dikirim ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Dalam penyalurannya, Kementan berkoordinasi dengan pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati guna memastikan pasokan terserap pasar secara optimal.
Mentan Amran menegaskan kebijakan distribusi ini dirancang agar seluruh mata rantai pangan berjalan seimbang.
“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada yang dirugikan,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga cabai menjelang Nataru, memastikan hasil panen petani terserap pasar, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah situasi darurat dan pascabencana.
