Trubus.id—Daun pepaya memiliki beragam manfaat. Bukan hanya untuk manusia dan ternak saja, melainkan daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pelindung tanaman dari berbagai hama.
Pengendali kutu daun Aphis gossypii
Riski Ramadhona dari Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, memberikan angin segar bagi petani terung yang kewalahan menghadapi serangan kutu daun. Harap mafhum, serangan Aphis gossypii merugikan petani terung hingga 10—30% saat musim hujan, 40% saat kemarau, dan mencapai 90% ketika menjadi vektor.
Hasil riset Riski menunjukkan, ekstrak daun pepaya sebagai racun kontak dengan konsentrasi 41,99% mampu membunuh 90% Aphis gossypii. Konsentrasi tertinggi yaitu 50% mampu menyebabkan mortalitas hingga 91,33% dengan kerusakan paling rendah 12,85%.
Pestisida nabati
Daun pepaya potensial sebagai pestisida alami efektif mengendalikan hama ulat, pengisap, aphids, rayap, dan ulat bulu. Hasil penelitian Fachraniah, Eka Kurniasih, dan Muhammad Azhar dari Fakultas Pertanian Universtas Lambung Mangkurat menunjukkan bahwa daun pepaya mengandung enzim papain, alkaloid, dan glikosid. Komponen paling aktif dari getah pepaya adalah khimopapain.
Inilah cara pembuatan pestisida alami asal daun pepaya. Kumpulkan 1 kilogram daun pepaya, tumbuk hingga halus, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram detergen. Rendaman dalam 10 liter air selama semalam.
Esoknya saring larutan dengan kain halus. Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman. Cara penggunaan ekstrak tanaman ialah dengan mencampurkan 10 ml ekstrak dengan 1 liter air.
Halau kutu daun Aphis craccivora
Serangan kutu daun menurunkan produksi kacang panjang hingga 30%. Untuk mengatasi serangan Aphis craccivora itu gunakan saja daun pepaya. Handi Setiawan dan Anak Agung Oka dari Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro membuktikan daun pepaya memicu mortalitas kutu.
Mereka menghaluskan daun pepaya, mengendapkan selama 24 jam, lalu menyemprotkan pada kutu. Handi juga membandingkan beragam konsentrasi daun pepaya, yakni 15 gram, 20 gram, 25 gram, 30 gram, dan 35 gram—semua per liter, serta kontrol.
Hasilnya daun pepaya konsentrasi 35 gram per liter memberikan efek kematian paling tinggi, 92% setelah 24 jam aplikasi. Kandungan flavonoid dalam daun pepaya menimbulkan kelayuan pada saraf serta kerusakan pada spirakel. Efeknya serangga tidak bisa bernapas dan akhirnya mati.
