
Asparagus primadona sayuran dan bernilai ekonomis tinggi.
Dadang Taryana rutin menuai 3 ton rebung asparagus dari lahan 1 hektare. Petani di Desa Tenjolaya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu memerlukan waktu hingga 6 pekan untuk mengumpulkan batang muda asparagus. Panen terakhir pada Maret 2017, Dadang memperoleh harga Rp50.000. Saat itu ia memasarkan 100 kg per 2 hari rebung asparagus sehingga omzetnya mencapai Rp 75-juta per bulan. Pria 39 tahun itu mengatakan harga jual asparagus relatif stabil.
Ia mengelola 3 hektare lahan di ketinggian 700 meter di atas permukaan lalut. Menurut Dadang permintaan asparagus sangat besar. Ia baru melayani 1% dari total permintaan. “Äsparagus bakal semakin dilirik sebagai primadona baru komoditas andalan petani sayuran,” kata Dadang. Populasi mencapai 75.000 tanaman per hektare. Menurut Dadang panen perdana ketika tanaman anggota famili Asparagaceae itu berumur 7 bulan.
Interval panen asparagus mencapai 30 hari. Dadang mengatakan, sekali penanaman asparagus, petani mampu memanen beberapa kali. Menurut Dadang saat ini untuk menghasilkan 1 kg asparagus, petani mengeluarkan biaya Rp20.000. Itu termasuk untuk pengadaan benih atau bibit. Harap mafhum, petani dapat membudidayakan asparagus dengan benih atau biji melalui persemaian.
Cara lain memanfaatkan bibit yang sudah siap tanam. Dadang yang juga menghasilkan bibit, acap kali melayani permintaan petani di berbagai daerah seperti ke Bali dan Kalimantan. Petani asparagus sejak 2012 itu pernah gagal mengelola tanaman asparagus. Penyebabnya ia memperlakukan asparagus seperti sayuran biasa seperti seledri, bawang merah, dan kol. Asparagus memiliki perbedaan proses budidaya dibanding dengan sayuran lainnya.

Ahli budidaya dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Adiwirman, MS. mengatakan, petani sebaiknya menanam asparagus pada sore hari saat intensitas sinar matahari berkurang. Penanaman pada waktu itu juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi bibit-bibit asparagus agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Menurut Adiwirman petani berpeluang menumpangsarikan asparagus dengan tanaman sayuran lain, misalnya brokoli, kol, selada, (Muhammad Hernawan Nugroho)

