Trubus.id— Tampilan hoya itu seronok. Bunga berwarna putih kekuningan. Bentuknya oval dengan bagian ujung meruncing. Satu dompol terdapat lima mahkota. Saat mekar sempurna, helaian mahkota melengkung ke luar.
Pada setiap pinggir mahkota terdapat bulu halus seolah melindungi mahkota tambahan yang berwarna merah pekat. Itulah Hoya sangguensis temuan baru Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si.
Rahayu peneliti di Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukannya bersama M. Rodda (Kebun Raya Singapura) pada 27 Oktober 2021.
Lokasi penemuan di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, hoya itu diberi nama sangguensis—mengacu pada lokasi penemuan.
Menurut Rahayu perpaduan warna hoya itu sangat serasi, merah berbalut dengan putih yang lembut. Koloni bunga yang tidak terlalu rapat membuat bulu halus tumbuh sempurna. Setiap koloni terdiri atas empat tangkai bunga.
H. sangguensis berdaun hijau cerah yang indah. Daun dewasa berkelir hijau pekat dan tebal. Tanaman H. sangguensis beradaptasi baik di dataran rendah. Rahayu menuturkan, sebenarnya hoya berbulu bukan termasuk jenis langka.
Persebaran hoya berbulu berada di seluruh wilayah Indonesia dan wilayah Asia Tenggara lain. Selain itu Rahayu juga menemukan spesies lain yang berbunga indah seperti Hoya kaikoeana dari Pulau Kalimantan.
Periset itu menemukan Hoya kaikoeana di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Koloni hoya itu memiliki bunga lebih padat daripada H. sangguensis. Setiap tangkai memiliki 10 bunga yang berdiameter 1,2—1,6 mm dan panjang tangkai 2—10 cm.
Ada juga Hoya kapuasensis yang memiliki koloni bunga lebih padat. Setidaknya setiap tangkai mempunyai 17 bunga. Mahkota bunga tebal membentuk bintang. Diameter korola mencapai 2 cm, mahkota bunga bulat, dan membentuk bintang. Korola berwarna putih dan berlilin.
