Thursday, August 18, 2022

Hoya si Bunga Lilin

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ketika bunga belum mekar pun, hoya tampil cantik.

Dompolan bunga hoya terdiri atas puluhan kuntum.
Dompolan bunga hoya terdiri atas puluhan kuntum.

Perkenalan Shintarini Aliwarga dengan hoya terjadi tanpa sengaja. Pehobi tanaman hias di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu membeli sebatang anggrek pada 2005. Sesampainya di rumah, ia mememukan tanaman lain yang menempel di sela batang anggrek. Shinta lantas memisahkan tanaman itu ke pot yang berbeda. Ia memberikan perlakuan sewajarnya agar tanaman tetap hidup.

Aroma bunga Hoya crassicaulis mirip aroma jeruk.
Aroma bunga Hoya crassicaulis mirip aroma jeruk.

Begitu tanaman berbunga ia langsung jatuh hati. Dompolan kembang berbentuk setengah bola yang muncul di antara dedaunan menarik perhatiannya. “Sosok dan bentuk bunganya unik,” ujar Shintarini. Ia makin terpesona lantaran warna bunga begitu cantik; merah keunguan. Shinta lantas mencari berbagai informasi tentang sang tanaman. Dari hasil penelusuran itu ia mengetahui tanaman berbunga bola itu bernama Hoya pubicalyx.

Koleksi beragam
Sejak saat itu, Shinta gemar mengoleksi hoya. Ia memburu tanaman anggota keluarga Apocynaceae itu hingga ke luar negeri. Saking cintanya pada tanaman kerabat bintaro itu, Shintarini membangun sebuah nurseri khusus hoya. Nurseri bernama Moon Hoya itu menampung hingga 200 varian hoya. Nenek enam cucu itu menuturkan bunga hoya memiliki beragam warna dan bentuk eksotis.

Hoya lacunosa beraroma wangi.
Hoya lacunosa beraroma wangi.

Lihat saja penampilan H. dolichosparte dan H. crassicaulis ‘bright’ yang sangat indah. Sosok bunga dolichosparte tampil kalem dibandingkan dengan crassicaulis. Dompolan dolichosparte terdiri atas puluhan mahkota bunga berwarna putih bersemu merah jambu. Semakin ke tengah warna mahkota tampak semakin merah. Adapun crassicaulis tampil lebih berani dengan warna kembang kuning terang.

Embel-embel ‘bright’ disematkan sebab lembaran daun crassicaulis berwarna cerah yakni hijau kekuningan. Adapula H. lacunosa, H. schortechini, dan H. caudata ‘long leaves’. Ketiganya tak kalah elok. Mahkota bunga lacunosa berwarna putih. Bila didekati akan tercium aroma wangi sang bunga. Habitat asal lacunosa tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sementara schortechini memiliki mahkota bunga putih berbingkai magenta. Yang membuat schortechinii semakin semakin menawan adalah tulang daunnya berwarna merah. Itu sebabnya, schortechinii tetap cantik meski tanpa bunga.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.
Mahkota bunga H. coronaria berbentuk bintang dan tebal.

Karakter serupa juga dimiliki oleh caudata ‘long leaves’. Permukaan atas daun caudata berwarna merah, sedangkan bagian bawahnya hijau. “Itulah sisi lain hoya, keindahannya tetap bisa dinikmati walau tanpa bunga,” ujar Shintarini. Koleksi lain miliknya yang berdaun unik yakni H. carnosa cv. compacta. Tanaman yang diletakkan di pot plastik mini itu berdaun keriting. Setiap lembar daun tersusun sangat rapat.

Mudah
Shinta menuturkan hoya sangat cocok sebagai tanaman hias gantung. Ia meletakkan hampir semua koleksinya di pot gantung bermedia tanam berupa sabut kelapa. Penyiraman setiap 3 hari agar tanaman selalu segar. “Siram secukupnya hingga media tanam basah,” ujar Shinta. Sementara untuk asupan nutrisi, ia menyemprotkan pupuk daun dan bunga setiap pekan.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.
Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.

Pehobi lain, Rudy Hariyanto di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, mengoleksi H. coronaria dan H. multiflora ‘shooting star’. Coronaria begitu elok sebab bermahkota bintang dan tebal. Warnanya hijau kemerahan. Sementara multiflora berbunga putih dengan jumlah bunga sangat banyak dalam satu dompolan. Rudy menuturkan hoya memiliki cara hidup berbeda-beda. Ada yang tumbuh tegak dan merambat.

Penampilan H. carnosa ‘compacta’ unik dengan lembaran daun yang mengeriting.
Penampilan H. carnosa ‘compacta’ unik dengan lembaran daun yang mengeriting.

“Apapun cara hidupnya hoya tetap cantik,” ujar Rudy. Hoya yang tumbuh merambat, misalnya, dapat menghias pergola. Adapun hoya tegak bisa tumbuh di pot sebagai penghias teras maupun taman. Tony dan Suzanne Mace dalam Cactus and Succulent: A Care Manual menyebut multiflora tegolong spesies hoya paling populer. Pehobi kerap menyebut multiflora dengan julukan shooting rocket lantaran bentuk mahkota bunga mirip roket.

Menurut Tony Mace hoya masuk dalam daftar tanaman sukulen dan mayoritas hidup secara epifit. Penyebaran hoya sebagian besar ada di Indonesia lantas meluas hingga Himalaya. Peneliti dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Ir Sri Rahayu MSi menuturkan Indonesia boleh dibilang merupakan surga hoya.

Shintarini Aliwarga mengoleksi hingga 200 varian hoya.
Shintarini Aliwarga mengoleksi hingga 200 varian hoya.

Sebab 60 dari 150 spesies hoya di dunia tumbuh di tanahair. Sri Rahayu menuturkan hoya menawarkan pesona bunga dan daun yang menawan. Sayang, hoya kurang sohor di tanahair. Padahal tanaman lilin—sebutan lain hoya—sangat populer di Eropa dan Amerika. (Andari Titisari)

Previous articleSemarak Merah Putih Petunia
Next articleElok Dalam Kaca
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img