Wednesday, January 28, 2026

Jangan Anggap Remeh! Kenali Gejala Gangguan Kesehatan Mental

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Penyakit gangguan kesehatan mental pada remaja dan orang dewasa tidak bisa dianggap remeh. Namun, perlu perhatian bagi orangtua dan lingkungan sekitar. Pahami gejala seseorang yang terkena gangguan kesehatan mental. Sebab, ada bahaya yang mengintai bagi orang yang terkena gangguan mental.

Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FKKMK UGM, mengatakan, gejala awal gangguan kesehatan mental dapat dilihat dari munculnya beberapa penyakit tertentu sampai menimbulkan stres.

Hal ini terjadi karena adanya perasaan tertekan, cemas, atau tegang sehingga menuntut tubuh seseorang untuk melakukan penyesuaian.

“Dalam kondisi stres yang berkepanjangan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang profesional,” kata Yayi, dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada.

Penyebab timbulnya stres ini bisa disebabkan oleh pekerjaan hingga faktor ekonomi, relasi hubungan dengan pasangan dan orangtua yang tidak harmonis. Yayi menyampaikan, gangguan kesehatan mental bisa menimbulkan dampak pada gangguan secara fisik, pikiran, dan emosional.

“Hampir 50 persen pasien yang datang ke dokter itu berhubungan dengan psikologi,” jelas Yayi.

Adapun gejala umum stres yang ditemui pada gangguan fisik adalah mudah kelelahan, pusing, diare, tekanan darah naik, mual, sakit di dada, gemetar, sakit perut, sulit tidur, susah bernapas, peningkatan detak jantung, dan gatal-gatal di kulit.

Sementara itu, gangguan pikiran ditunjukkan adanya sulitnya konsentrasi, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, distorsi, berpikir irasional, sulit mengingat, paranoia, kesulitan menyelesaikan masalah, dan gagal fokus.

Gangguan pada emosional dan tindakan dapat dilihat dari tanda seseorang itu mudah marah, menarik diri, banyak absen (tidak hadir), sering terlambat, terlalu sensitif, makanan yang kompulsif, serta menyelesaikan masalah dengan pelarian ke minuman keras, obat dan rokok.

Lalu, gangguan dalam hubungan interpersonal dan perubahan pada pola tidur dan pola makan. Jika dibiarkan berlarut-larut, tingkat stres yang berlebihan bisa menjurus pada kondisi depresi.

“Depresi ini sangat berbahaya jika punya ide bunuh diri, dimulai dari mengurung diri maka bisa memunculkan seseorang untuk ide bunuh diri,” papar Yayi.

Soal gejala awal gangguan kesehatan mental seharusnya perlu disosialisasikan pada orangtua dan guru-guru di sekolah sehingga bisa mendeteksi jika ada remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental di awal.

“Bisa identifikasi, gejala depresi ringan dan sedang bisa konsultasi dengan profesional. Sayangnya, tidak semua daerah punya psikolog di puskesmas, apalagi ini belum menjadi program prioritas nasional,” tuturnya.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img