Wednesday, August 10, 2022

Juri Terpikat Sosok Mini

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sansevieria ukuran mini saling beradu molek.

Variegata small B milik Rudy L. Syah dari Tangerang, Provinsi Banten, menyuguhkan bakat bagus sejak kecil dengan barisan warna berlapis pada setiap daun.
Variegata small B milik Rudy L. Syah dari Tangerang, Provinsi Banten, menyuguhkan bakat bagus sejak kecil dengan barisan warna berlapis pada setiap daun.

Sansevieria powellii milik Irfan Syahroni memang mungil, tinggi cuma 10 cm. Namun penampilan sansevieria koleksi pehobi di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, itu istimewa. Daunnya rapi menjulang berbentuk seperti sisik ular. Warna daun hijau mulus menandakan tanaman dalam kondisi prima. Ia menyabet juara pertama dalam kelas mini nonvariegata pada kontes sansevieria di Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, 6 Maret 2016.

Menurut juri kontes, Febri Widhi Armanu, kelas mini termasuk bergengsi karena menunjukkan keindahan tanaman dalam ukuran kecil sekaligus kepiawaian sang pemilik dalam merawatnya. Sanseviera dalam kelas mini itu memang tanaman berukuran mini karena kerdil, tetapi tua.

Jawara variegata madya round leaf milik Wahyu SP, coraknya unik dan langka, warna kuning membelah dominasi hijau dari ujung sampai pangkal daun tanpa terputus.
Jawara variegata madya round leaf milik Wahyu SP, coraknya unik dan langka, warna kuning membelah dominasi hijau dari ujung sampai pangkal daun tanpa terputus.

Mandi matahari
Febri mengatakan, “Butuh keterampilan tinggi untuk mempertahankan supaya sosok tanaman tidak tumbuh besar seperti pada umumnya.” Tanaman milik Irfan lebih unggul daripada pesaingnya karena berukuran kecil, umur tua, dan pertumbuhan stabil. Sosoknya pun memiliki penampilan seperti tanaman dewasa jika berukuran normal. Menurut Irfan untuk membentuk sosok kerdil itu memerlukan keterampilan dan kesabaran tinggi.

Pemenang kelas aurea dan extreme dari Wonosobo, memiliki tingkat kesulitan perawatan yang tinggi dan pertumbuhannya lambat karena minim klorofil.
Pemenang kelas aurea dan extreme dari Wonosobo, memiliki tingkat kesulitan perawatan yang tinggi dan pertumbuhannya lambat karena minim klorofil.

Pehobi tanaman hias itu merawat sansevieria juara berumur 5 tahun dengan perawatan biasa saja, media tanam tidak menggunakan pupuk supaya pertumbuhan tanaman tidak terpacu membesar. Masih dalam kategori sansevieria berukuran kecil, variegata small B adalah kelas yang masih tergolong baru dalam kontes sansevieria.
Kelas itu menampilkan tanaman yang belum dewasa, tetapi mampu menyuguhkan bakat bagus sejak kecil. Pada kontes di Hotel Indah, di tepi telaga Sarangan itu, gelar juara pertama diraih oleh sansevieria pinguicula milik Rudy L. Syah asal Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Tampilannya memang indah, yaitu corak variegata membentuk garis yang berlapis dan merata di setiap daun.

“Warna daun yang hijau tua terlihat kontras dengan permukaan daun yang mulus menandakan tanaman yang sehat,” ujar juri dari komunitas Sumbing Sindoro, Jawa Tengah itu. Rudy tidak pernah merawat sansevieria secara khusus. Lazimnya pehobi merawat sansevieria variegata itu di bawah naungan plastik ultraviolet. “Namun, di tempat saya tanaman dibiarkan saja terkena paparan sinar matahari langsung seharian,” ujar Rudy.

Penampilan prima

Juara kelas majemuk all size, Sansevieria pinguicula milik komunitas Sumbing Sindoro (Wonosobo) tampilkan tanaman induk dangan banyak anakan.
Juara kelas majemuk all size, Sansevieria pinguicula milik komunitas Sumbing Sindoro (Wonosobo) tampilkan tanaman induk dangan banyak anakan.

Kontes yang melombakan 10 kelas itu melahirkan jawara-jawara berpenampilan unik dan indah. Penampilan sansevieria variegata madya round leaf, mempesona penonton dan tim juri.

Menurut Febri tanaman yang termasuk dalam kelas variegata madya round leaf itu istimewa karena bercorak atraktif. Warna kuning terlihat kontras membelah dominasi hijau pada daun dan membentuk jalur yang tidak terputus dari ujung dampai pangkal daun. Tanaman yang memiliki nama dagang sansevieria sinus zimbabwe itu performanya memang menarik. Corak kontras pada jenis itu sulit untuk mendapatkannya sehingga layak mendapat juara pertama.

Sansevieria variegata itu hasil anakan yang dibesarkan Wahyu selama 2,5 tahun. Pehobi sejak 2007 itu mencoba berbagai macam perawatan dengan hasil yang beragam. “Akhirnya saya menemukan bahwa inti perawatan sansevieria adalah pada media tanam, ketersediaan unsur hara, pemenuhan kebutuhan sinar matahari dan angin. Itu yang sampai saat ini saya terapkan pada semua koleksi sansevieria termasuk yang sering juara di kontes itu,” ujar Wahyu.

557_ 81

Ketua panitia, Bambang Slamet Riyadi, mengatakan acara di Magetan itu terselenggara atas prakasra Paguyuban Sansevieria Wilayah Madiun (Paswima) dan Indah Sansevieria. Menurut Bambang antusiasme pehobi amat tinggi. “Komunitas dari Jakarta, Wonosobo, Sragen, Ngawi, Malang, Surabaya, dan kota lain turut dalam acara itu karena merupakan ajang berkumpulnya seluruh pencinta sansevieria dari berbagai daerah,” ujar Bambang. Ia mengharapkan kontes sansevieria menaikkan pamor tanaman hias itu di mata masyarakat yang nantinya bisa menaikkan taraf hidup petani tanaman hias. (Muhammad Hernawan Nugroho)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img