Monday, August 15, 2022

Kalatea Makin Keren

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
John Tan kalatea bertangkai bunga panjang dan berbunga dengan warna cerah.

 

Tangkai bunga lebih tinggi dan berwarna cerah beberapa keunggulan kalatea hasil silangan baru.

Gregori Garnadi Hambali mengembangkan kalatea sejak 1991.

Penampilan kalatea itu begitu istimewa. Tangkai bunga lebih tinggi daripada dedaunan sehingga keberadaan bunga menarik perhatian siapa pun yang melihat tanaman hias pot itu. Apalagi bunga kalatea itu berwarna cerah yakni merah muda. Lazimnya posisi bunga kalatea di bawah dedaunan sehingga kurang menonjol. Selain itu, kebanyakan warna bunga kalatea pucat sehingga kurang enak dipandang.

Kalatea bertangkai bunga panjang dengan warna bunga terang itu hibrida teranyar milik Gregori Garnadi Hambali. Daun John Tan—nama kalatea baru milik Greg—yang hijau tanpa corak makin menonjolkan kehadiran bunga berwarna menarik itu. “Daun John Tan kontras dengan warna bunganya,” kata penyilang tanaman hias itu. Sekilas bunga John Tan mirip bunga teratai sehingga ada yang menyebutnya land lotus.

Hasil persilangan

Hal penting lainnya yakni tidak ada bunga tunggal pada kuntum bunga majemuk john tan. Jadi, orang tidak perlu membuang bunga tunggal layu yang menghitam seperti pada kalatea biasa. Menurut Greg persilangan Calathea roseopicta dan Calathea loeseneri menghasilkan John Tan. C. roseopicta menurunkan sifat bentuk bunga majemuk yang lebih kompak. Tangkai bunga yang kokoh juga berasal dari C. roseopicta.

Kalatea Nikola yang berdaun dan berbunga indah.

Adapun karakter tangkai bunga panjang berasal dari C. loeseneri. Penamaan kalatea anyar itu berdasarkan nama orang yang kali pertama mendatangkan C. loeseneri dari Peru ke Singapura, John Tan. Ia juga kontributor program pemuliaan (breeding) kalatea yang memiliki tipe-tipe baru. Nama john tan sesuai dengan tanaman hasil pemuliaan Greg yang juga menjadi pelopor kalatea bertangkai bunga panjang dan berbunga cerah di Indonesia.

 

Sebetulnya master Biologi Konservasi alumnus University of Birmingham, Inggris, itu tidak hanya mendapatkan John Tan dari hasil persilangan C. roseopicta dan C. loeseneri. Kalatea anyar lainnya dari kedua tanaman itu yakni Nikola dan Alta. Kedua kalatea baru itu juga memiliki tangkai bunga panjang melebihi dedaunan seperti john tan. Bedanya intensitas warna bunga majemuk Nikola dan Alta lebih muda ketimbang John Tan.

Jika diurutkan, warna bunga majemuk John Tan lebih pekat daripada Nikola. Sementara warna bunga majemuk Nikola lebih pekat dibandingkan dengan Alta. Perbedaan lainnya yaitu daun Nikola dan Alta bercorak indah. “Corak daun pada Nikola dan Alta berasal dari kultivar Calathea roseopicta ‘Medallion’,” kata Greg yang berpengalaman menyilangkan beragam tanaman hias dan buah itu.

Alta salah satu kalatea hasil persilangan antara Calathea roseopict adan Calathea loeseneri.

Nama Nikola terinspirasi dari penemu terkenal asal Amerika Serikat, Nikola Tesla. Alasannya Nikola Tesla merupakan pelopor inovasi sama seperti kalatea Nikola.Sementara nama Alta berasal dari bahasa Latin yang berarti tinggi. Alta lebih dahulu ada daripada John Tan dan Nikola. Alta kalatea perdana Greg yang memiliki tangkai bunga majemuk panjang. “Tangkai bunganya biasanya lebih tinggi daripada tangkai daun,” kata mantan peneliti LIPI itu.

Bandingkan dengan tangkai bunga kalatea biasa yang hanya 10—15 cm. Meski lebih tinggi, tangkai bunga ketiga kalatea itu kokoh. Greg berencana merilis secara resmi beberapa puluh paket tiga kalatea gres itu pada Februari 2021. Februari dipilih karena bulan kelahiran Greg. Sayang saat Trubus berkunjung pada Januari 2021 Greg belum menentukan harga ketiga varian baru itu.

 

Kalatea JT di Sugi Nursery yang bercorak daun unik perpaduan warna hijau tua dan hijau muda keputihan.

Tanaman taman

 

Sebetulnya kalatea baru kepunyaan Greg bukan hanya John Tan, Nikola, dan Alta. Ia mempercayakan kalatea tan djioe hoe kepada pemilik Sugi Nursery di Kota Bogor, Jawa Barat, Ir. Sugiono Budhiprawira. Nama tan djioe hoe kurang menjual sehingga Sugi—sapaan akrab Sugiono Budhiprawira—menyebut kalatea itu JT. “Kalatea JT memiliki corak daun unik perpaduan warna hijau tua dan hijau muda keputihan,” kata Sugi.

Namun, bunga JT berwarna hijau dan berada di bawah dedaunan. Kalatea hasil silangan Greg lainnya di tempat Sugi yakni kalatea gregor yang berpenampilan gagah lantaran berdaun besar, berbentuk agak bulat, dan tegak. Ada lagi kalatea flame star hibrida yang bersosok kompak. Sugi mengatakan, flame star hibrida, Nikola, dan John Tan cocok ditanam di tanah.

Bunga ketiganya bisa bertahan 2—3 bulan di pot atau tanah jika perawatan maksimal. Greg mengatakan, kalatea merupakan tanaman yang bisa dijadikan salah satu elemen taman. Penempatannya di bawah pohon besar karena tanaman anggota famili Marantaceae itu menghendaki tempat di bawah naungan. “Kalatea termasuk tanaman favorit masyarakat Eropa,” kata Greg.

Sejatinya persilangan membikin tanaman menjadi lebih cantik dan bagus. Dunia tanaman hias menantikan tanaman baru yang membuat orang tertarik untuk menanam. Status kalatea yang sohor sebagai tanaman hias daun pun meluas menjadi tanaman hias bunga berkat kehadiran 3 kalatea baru milik Greg. Kini mata pencinta tanaman hias dimanjakan oleh daun dan bunga kalatea yang memesona.

Greg meyakini kelebihan tiga kalatea membuat tanaman itu lebih diminati masyarakat. Harap mafhum belum ada kalatea sejenis seperti milik Greg selama ini. Tiga kalatea itu makin meneguhkan kompetensi Greg sebagai pemulia tanaman hias berkualitas prima. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img