Atur Suhu dan Kelembapan

Rekomendasi

Peneliti anthurium bunga di Balai Penelitian Tanaman Hias, Dr. Ridho Kurniati mengatakan, sejatinya kuping gajah bukan tanaman asli Indonesia, melainkan tanaman introduksi dari Meksiko. Penentu utama dalam menyilangkan kuping gajah yaitu waktu masaknya serbuk sari dan putik sari yang tidak serempak. Pantas polinasi akan sulit, karena memerlukan waktu yang tepat.

Ketepatan waktu berkaitan dengan kondisi reseptif putik untuk siap dibuahi serta serbuk sari yang sudah matang dan siap membuahi yang mesti pada waktu yang bersamaan. Menurut peneliti aroid Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-Kebun Raya Bogor, Dr. Yuzammi, faktor eksternal seperti suhu dan kelembapan memengaruhi proses kimiawi yang terjadi selama perkawinan tanaman.

Membuahkan anthurium di dataran rendah lebih sulit dibandingkan dengan di dataran tinggi.

Yuzammi belum secara khusus meneliti pengaruh faktor lingkungan terhadap perkawinan kuping gajah. Namun, master of science alumnus University of New South Wales, Sydney, Australia, itu memberi contoh pada tanaman aroid Cyrtosperma. Jenis Cyrtosperma dari Indonesia disilangkan dengan jenis Cyrtosperma dari Australia. Proses penyilangan di Australia.

Para penyilang menggunakan rumah kaca. Di dalamnya terdapat pemanas ruangan untuk menciptakan lingkungan yang sama seperti alam aslinya, yaitu hutan tropis Indonesia. Tujuannya supaya kedua jenis tanaman bisa berhasil disilangkan. Hal sama berlaku bagi kuping gajah. (Tamara Yunike)

Artikel Terbaru

Tanam Serentak Kelapa, Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Perkebunan

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan penanaman kelapa seluas 10 hektar di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang,...

More Articles Like This