Saturday, August 13, 2022

Atur Suhu dan Kelembapan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Salah satu hibrida A. brownii (betina) dengan A. clarinervium (jantan) hasil silangan Noldy Topan Tapiheu.

Peneliti anthurium bunga di Balai Penelitian Tanaman Hias, Dr. Ridho Kurniati mengatakan, sejatinya kuping gajah bukan tanaman asli Indonesia, melainkan tanaman introduksi dari Meksiko. Penentu utama dalam menyilangkan kuping gajah yaitu waktu masaknya serbuk sari dan putik sari yang tidak serempak. Pantas polinasi akan sulit, karena memerlukan waktu yang tepat.

Ketepatan waktu berkaitan dengan kondisi reseptif putik untuk siap dibuahi serta serbuk sari yang sudah matang dan siap membuahi yang mesti pada waktu yang bersamaan. Menurut peneliti aroid Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-Kebun Raya Bogor, Dr. Yuzammi, faktor eksternal seperti suhu dan kelembapan memengaruhi proses kimiawi yang terjadi selama perkawinan tanaman.

Yuzammi belum secara khusus meneliti pengaruh faktor lingkungan terhadap perkawinan kuping gajah. Namun, master of science alumnus University of New South Wales, Sydney, Australia, itu memberi contoh pada tanaman aroid Cyrtosperma. Jenis Cyrtosperma dari Indonesia disilangkan dengan jenis Cyrtosperma dari Australia. Proses penyilangan di Australia.

Para penyilang menggunakan rumah kaca. Di dalamnya terdapat pemanas ruangan untuk menciptakan lingkungan yang sama seperti alam aslinya, yaitu hutan tropis Indonesia. Tujuannya supaya kedua jenis tanaman bisa berhasil disilangkan. Hal sama berlaku bagi kuping gajah. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img