Tuesday, May 19, 2026

Hebi Rizki Susanto, Pemuda Tulungagung yang Memilih Sukses dari Ladang Cabai

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Tidak semua anak muda memilih bekerja di balik meja kantor. Hebi Rizki Susanto justru menemukan harapan hidupnya di hamparan kebun cabai.

Pemuda asal Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, itu kini dikenal sebagai pekebun cabai muda yang sukses. Padahal perjalanan hidup Hebi tidak selalu mudah.

Ia tumbuh dalam asuhan kakek, nenek, dan pamannya. Sejak kecil Hebi sudah akrab dengan kehidupan petani dan peternak karena kedua orang tuanya bekerja di sektor tersebut.

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Hebi terbiasa membantu mencari pakan ternak sebelum bermain. Rutinitas itu perlahan membentuk kecintaannya terhadap dunia pertanian.

“Dari kecil saya sudah terbiasa melihat kehidupan petani,” ujar Hebi.

Sebelum fokus menanam cabai, ia pernah membudidayakan tomat dan semangka. Namun cabai menjadi komoditas utama yang paling ia tekuni hingga sekarang.

Menurut Hebi, menjadi petani tidak selalu mudah. Ada masa 2—3 bulan tanpa penghasilan saat tanaman belum panen. Pada periode itu petani hanya mengeluarkan modal dan tenaga.

Ia juga pernah mengalami masa sulit akibat gagal panen. Bahkan untuk bertahan hidup ia sempat menjual ternak hingga ponsel pribadi.

Pengalaman pahit itu justru membentuk mental Hebi menjadi lebih tangguh. Kini ia tidak mudah menyerah saat menghadapi serangan penyakit seperti patek, busuk batang, maupun daun keriting.

“Badai pasti berlalu,” kata Hebi.

Kalimat itu menjadi prinsip hidup yang terus ia pegang hingga sekarang. Menurut alumnus Akademi Teknik Alat Berat Indonesia (AKABI) tersebut, bertani bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi perpaduan antara ilmu, praktik, dan insting.

Ia menyadari harga pasar dapat berubah sewaktu-waktu, cuaca sulit diprediksi, dan hama bisa datang kapan saja. Namun Hebi tetap optimistis selama tanaman dirawat dengan baik.

Keberhasilan Hebi perlahan memengaruhi anak muda di desanya. Banyak pemuda mulai kembali tertarik bertani karena melihat sektor pertanian masih mampu memberikan masa depan.

“Kalau kita punya panenan dan harga sedang bagus, kita bisa beli motor bahkan mobil. Tapi saya belajar jangan habiskan semuanya, sisihkan untuk hari esok,” ujarnya.

Bagi Hebi, bertani bukan profesi yang perlu dipandang sebelah mata. Dari ladang cabai yang ia rawat dengan penuh ketekunan, tumbuh harapan dan semangat untuk terus melangkah menghadapi kehidupan.


Artikel Terbaru

Waspadai Hantavirus, Penularannya Berkaitan dengan Tikus

Trubus.id-Pakar entomologi kesehatan dari IPB University mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus tanpa menimbulkan kepanikan. Virus zoonosis itu...

More Articles Like This