Tuesday, May 19, 2026

Produksi Susu Lokal Baru Penuhi 23% Kebutuhan Nasional

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Produksi susu nasional saat ini baru mampu memenuhi sekitar 22—23% kebutuhan konsumsi susu dalam negeri. Kondisi itu menjadi perhatian karena kebutuhan susu diperkirakan terus meningkat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun-tahun mendatang.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FKH Universitas Gadjah Mada, Aris Haryanto, mengatakan susu merupakan komponen pangan strategis yang berperan penting sebagai sumber nutrisi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

“Penguatan sektor peternakan sapi perah rakyat menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak,” ujar Aris melansir pada laman UGM.

Menurut Aris, sinergi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas susu lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak sapi perah rakyat. Penguatan sektor itu perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan populasi ternak, produktivitas, kualitas susu, akses pembiayaan, penguatan koperasi, hingga penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP).

Lokakarya itu juga menjadi bagian evaluasi Program FRESH (Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry) yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Program itu bertujuan meningkatkan produksi dan kualitas susu, meningkatkan pendapatan peternak, serta menekan emisi gas metana.

Aris mengungkapkan sejumlah capaian program FRESH, di antaranya pemulihan pascawabah penyakit mulut dan kuku (PMK), peningkatan kapasitas peternak dan koperasi, dukungan pembiayaan ternak, penyediaan fasilitas susu pasteurisasi, inovasi teknologi reproduksi dan pakan, hingga pengembangan energi biogas.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama PT Sarihusada Generasi Mahardika, Danone Ecosystem, PRISMA, dan Yayasan Rumah Energi.

Pelaksana Harian Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Boethdy Angkasa, menegaskan peningkatan produktivitas susu nasional tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

“Pemerintah tentunya memerlukan sinergi industri, akademisi, koperasi, dan peternak,” ujar Boethdy.

Sementara itu Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menilai penguatan tata kelola koperasi, akses pembiayaan, dan adopsi inovasi di tingkat peternak menjadi faktor penting agar program pengembangan sapi perah rakyat dapat memberi dampak lebih luas


Artikel Terbaru

Waspadai Hantavirus, Penularannya Berkaitan dengan Tikus

Trubus.id-Pakar entomologi kesehatan dari IPB University mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus tanpa menimbulkan kepanikan. Virus zoonosis itu...

More Articles Like This