Tuesday, April 28, 2026

Dari Kamar Kos hingga Ekspor: Kisah Perjuangan Pemuda dari Kupang Bangun Usaha Kelor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id Di balik kesuksesan bisnis olahan kelor yang kini menembus pasar internasional, terdapat kisah perjuangan inspiratif dari Lucky Nurramadhan Putra Kisnadi. Pebisnis muda asal Kota Kupang ini memulai usahanya sejak 2018, ketika masih menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Berawal dari kamar kos sempit berukuran 3×4 meter, Lucky melakukan riset untuk membuat teh celup dari kelor. Kala itu, ia belum memiliki mesin otomatis dan hanya menggunakan setrika untuk menyegel kantong teh. “Saya pulang-pergi Kupang-Yogyakarta setiap dua pekan. Produksi di Kupang, trial di Yogya,” kenangnya.

Modal yang terbatas tak menyurutkan langkahnya. Seiring waktu, usahanya dikenal luas dan Lucky mendapatkan bantuan alat produksi seperti mesin pengering, penepung, dan sealer dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Kini, Lucky mempekerjakan 7 karyawan tetap dan hingga 20 pekerja tambahan saat pesanan melonjak.

Bersama kakaknya, Lucky mengembangkan lini produk mulai dari serbuk kelor, teh, kukis, hingga minuman herbal. Ia memastikan seluruh produknya bersertifikat halal dan BPOM. Untuk menjaga kualitas, serbuk kelor dikemas tiga lapis—plastik bening, aluminium foil, dan karton 30 kg.

“Produk kami tidak hanya aman dan sehat, tapi juga berkualitas tinggi. Konsumen percaya karena kami menjaga mutu sejak dari bahan baku,” tegasnya.

Lucky Kisnadi menjadi contoh nyata bahwa ketekunan dan inovasi bisa mengubah komoditas sederhana seperti kelor menjadi bisnis bernilai tinggi.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This