Monday, April 27, 2026

Ekspor Rutin ke Malaysia, Pebisnis Muda Raup Cuan dari Serbuk Kelor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id Lucky Nurramadhan Putra Kisnadi, seorang pengusaha muda asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses membangun bisnis olahan kelor hingga menembus pasar internasional. Alumnus Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu secara rutin mengekspor serbuk moringa—alias kelor—ke Malaysia dalam jumlah besar.

Setiap dua bulan, Lucky mengirimkan minimal 100 kilogram serbuk kelor dengan harga Rp155.000 per kilogram untuk pembelian grosir. Dari ekspor ini, ia meraup pendapatan hingga Rp15,5 juta per dua bulan.

Tak hanya menggarap pasar ekspor, Lucky juga memenuhi permintaan dari dalam negeri. Salah satu pelanggannya adalah industri pengolahan tahu di Jakarta yang menggunakan serbuk kelor sebagai bahan campuran untuk menghasilkan produk bernilai jual lebih tinggi.

“Saya kirim 10 kg setiap bulan. Dari situ saya dapat tambahan sekitar Rp1,55 juta per bulan,” ungkap Lucky.

Kunci keberhasilan Lucky ada pada konsistensi menjaga kualitas. Ia hanya menggunakan bahan baku kelor dari petani organik di NTT dan memastikan tingkat kehalusan, kadar air, dan warna serbuk sesuai standar internasional.

“Pasar mancanegara sangat ketat soal kualitas. Warna harus hijau sempurna, kadar air maksimal 5%, dan tingkat kehalusan 500 mesh,” jelasnya.

Menurut Lucky, komitmennya terhadap mutu menjadikan produk olahan kelornya mampu bersaing di pasar global.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This