Thursday, January 29, 2026

Kandang Resik sang Laksamana

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Trubus terkesima saat melongok peternakan itik itu pada penghujung Mei 2009. Dari luar hanya pintu gerbang bercat hitam yang tampak. Begitu masuk ke dalamnya yang pertama terlihat rumah panggung dari kayu meranti. Setelah itu menghampar deretan kandang itik yang tersusun dalam 5 blok, seperti kompleks perumahan. Untuk menuju ke blok-blok itu perlu melewati greenhouse bunga krisan seluas 300 m2 yang ditutup shading net 70%.

Blok pertama berjarak 5 m dari greenhouse. Di blok itu berjejer 5 kandang itik, masing-masing berukuran 5 m x 8 m. Di kandang pertama terdapat lemari berukuran 5 m x 2 m yang disusun bertingkat. Pada  lemari itu dipelihara day old duck (DOD) umur 1–10 hari.

Kandang petelur

DOD itu berasal dari tetasan telur itik betina dari jenis blambangan, peking, dan MA ratu. Produksi telur berasal dari kandang ke-2 sampai ke-5. Masing-masing kandang dihuni 80 itik betina umur di atas 5 bulan. ‘Dari setiap kandang itu dapat dipanen 100-150 telur,’ ujar Muryono. Telur-telur itu dikumpulkan lalu dibersihkan sebelum dimasukkan ke dalam mesin tetas.

Di antara jenis-jenis itu, ‘DOD peking dan ratu banyak dicari,’ kata Muryono. Saat ini produksi DOD peking baru 5-10 ekor/bulan. Produktivitas masih rendah lantaran baru sebagian betina yang produktif.

Di seberang blok pertama juga terdapat 5 kandang itik betina produktif. Blok kedua hanya ditempati betina mojosari. Di dalam setiap kandang juga terdapat jantan, komposisi jantan dan betina 1 : 5. Total jenderal Muryono memelihara sebanyak 2.000 itik. Yaitu 100 ekor peking, 700 MA ratu dan raja yang didatangkan dari Kalimantan dan 200-300 ekor dari Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Jawa Barat; 50 santos, dan sisanya blambangan.

Kolam besar

Kandang itik betina produktif bentuknya sederhana. Di setiap kandang yang terbuat dari kayu itu terdapat teras beratap langit. Ukuran teras dibuat 30% lebih besar dari kandang dalam. Tujuannya sebagai tempat itik berjemur, bermain, makan, dan minum. Tempat minum berupa selokan selebar 20 cm dibuat memanjang membelah tengah teras.

Pengalaman Muryono, tempat minum ukuran besar seperti kolam punya sisi buruk. Tak hanya dipakai untuk minum, tempat itu menjadi lokasi favorit itik untuk meletakkan telur. Walhasil, setiap pagi kelahiran Blora 57 tahun silam itu menemukan puluhan telur busuk mengambang. Kolam besar bak kolam renang dengan ketinggian air 60 cm hanya ada di 2 blok yang berisi itik remaja umur 2-20 minggu. Kolam berbentuk persegi berukuran 100 m2 Di blok lain yang juga berisi itik remaja, pada dinding kolam dilengkapi pipa. Dengan pipa itu air yang jatuh ke kolam seperti air mancur. Blok itu digunakan sebagai tempat pembesaran itik pejantan yang nantinya dijual sebagai pedaging. Di kolam-kolam itu itik-itik diperbolehkan berenang pada pukul 10.00-14.00 WIB. Setelah itu pintu kandang ditutup.

Lantai miring

Di kandang itik betina produktif dan remaja lantai dibuat miring. Menurut Dr Hardi Prasetyo, MSc, peneliti di Balitnak, lantai miring mempermudah saat membersihkan kandang. ‘Kotoran dan sisa pakan cukup disiram lalu masuk ke saluran pembuangan. Selain itu, air hujan tidak sempat membasahi kandang dalam, karena mengalir menuju pembuangan,’ tuturnya.

Lantai teras disemen atau beralaskan batu berpasir. Cara itu dapat mencegah kandang becek dan bau. Untuk menghilangkan bau tak sedap setiap kandang ditabur sekam setebal 10 cm. Sekam juga berfungsi meminimalisir risiko telur pecah di kandang betina produktif. Bau juga diserap dengan pemberian zeolit di setiap kandang.

Toh, bukan tak ada kendala dihadapi Muryono. Lokasi peternakan di ketinggian 700 m dpl berisiko terkena serangan hujan es. Hujan es awal 2009 membuat 46 mojosari alabio umur 2 minggu yang didatangkan dari Kalimantan Tengah mati. Diduga itik-itik itu mati karena fluktuasi suhu antara siang dan malam di atas 50C. Belum lagi hujan itu disertai petir yang membuat itik-itik kaget, lalu stres. Alhasil, mereka malas makan dan dalam hitungan hari mati.

Batu sandungan lain, itik mati karena pergantian pakan secara mendadak. Contohnya ketika itik dara yang terbiasa mengkonsumsi campuran dedak dan bekatul diberi pakan jagung. ‘Stresnya cukup tinggi sehingga kematian bisa mencapai 50%,’ kata Hardi. Namun, meski menghadapi rintangan, Muryono pantang mundur.

Hardi mengangkat topi untuk peternakan milik Muryono. ‘Peternakan itu pantas menjadi contoh peternakan yang baik untuk penetasan, produksi telur, sekaligus pembesaran pedaging,’ tutur Hardi. Menciptakan kandang itik bersih dan tidak berbau sekaligus produktif memang cita-cita Mulyono. ‘Ini untuk menepis anggapan itik tidak bisa dipelihara secara sehat,’ tutur sang laksamana mantap. (Lastioro Anmi Tambunan)

Kandang itik remaja dilengkapi kolam besar tempat itik mandi, dan minum

Itik alabio dari Kalimantan umur 20 minggu

Kurang lebih 2.000 itik beragam jenis dipelihara Muryono

Foto-foto: Lastioro Anmi Tambunan

K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img