Bunga papan menjadi pilihan untuk mengungkapkan rasa di momen berharga.

karya Anton Rudiyantoro dari florist Flo Plus.

Trubus — Karangan bunga berukuran 1,5 m x 2 m itu menarik perhatian. Warna langit tampak mendominasi rangkaian. Deretan kalimat ucapan selamat ulang tahun jelas terbaca. Begitu pula dengan nama sang pengirim. Penampilan rangkaian kian indah sebab mengangkat tema kedirgantaraan selaras dengan latar belakang pengirim. Lihat saja pada bagian tengah papan terdapat pola berbentuk bentangan sayap.
Bentangan sayap itu terbuat dari susunan suyok berwarna putih dan biru. Sementara kalimat ucapan selamat ulang tahun tersusun dari suyok kuning. Adapun nama sang pengirim terbuat dari foam berwarna biru. Karangan bunga papan bikinan Anton Rudiyantoro di Jakarta Selatan makin elok dengan hiasan flora berupa krisan putih dan ungu, ruskus, serta hanjuang.
Karya terbaik

Wendy Mandik AIFD CFD, Irin Yasin, dan Indra Yulika beserta panitia loma (berbaju hitam).
Berkat penampilannya yang artistik karangan bunga buatan Anton Rudiyantoro menyabet juara pertama pada lomba merangkai bunga papan dalam rangka ulang tahun ke-44 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 18 April 2019.
Para juri yang terdiri atas Wendy Mandik AIFD CFD, Irin Yasin, dan Indra Yulika mengukuhkan kreasi Anton sebagai rangkaian terbaik. Anton mendapat nilai tertinggi pada lomba yang diikuti 35 peserta dari kalangan florist.

Penyelenggara lomba Ikatan Perangkai Bunga Indoensia (IPBI) cabang Jakarta Timur bekerja sama dengan Florist Indonesia Community (FIC). Wendy menuturkan, penilaian lomba meliputi kreativitas, kombinasi warna, tema dan tulisan, harmoni, kerapian, serta hasil keseluruhan. “Kreativitas Anton menyajikan karangan bunga papan dengan tema kedirgantaraan patut diapresiasi,” kata Wendy.
Karangan lain kreasi Sudarmanto dari Pita Florist di Jakarta Selatan, juga tak kalah memikat. Juri mengganjar rangkaian Sudarmanto itu sebagai juara ke-2. Sudarmanto mengusung warna ungu, sehingga rangkaian terkesan feminim dan luwes. Yang menarik, ia memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa dalam bahasa Jawa, yakni sugeng ambal warsa atau selamat ulang tahun.

Wendy menuturkan, dalam merangkai karangan bunga papan perangkai harus memperhatikan desain dan warna tulisan. Huruf per huruf dalam kalimat harus jelas sehingga mudah dibaca. Sementara warna kalimat sebaiknya jangan menyaru dengan warna latar. Jika kalimat berwarna kuning, latar belakang kalimat jangan kuning.
Perdana
Ketua panitia, Diniwaty menuturkan, lomba bunga papan itu perdana diadakan. Dini menuturkan, lomba digelar khusus bagi para perangkai untuk mengasah daya cipta dan rasa. Tujuan lomba menguji kemampuan peranagkai bunga menghadirkan bunga papan berpenampilan istimewa dalam waktu singkat dan bahan minim. “Panitia hanya menyediakan 15 ikat bunga dan waktu 2 jam bagi peserta,” kata Dini.

Peserta dituntut menghadirkan karangan bunga berpenampilan apik dalam waktu singkat. Bisa dibilang, selama ini lomba maupun pameran yang kerap diselenggarakan cenderung berkutat pada rangkaian bunga yang dibuat oleh para perancang bunga. Kali ini giliran florist yang unjuk kebolehan membuat karangan bunga papan. Menurut ketua FIC, Aminudin, membuat karangan bunga papan butuh jam terbang.
Selain itu seorang florist dituntut memahami kemauan klien dan tema rangkaian yang akan diangkat. Dengan begitu pesan yang ingin disampaikan oleh sang pengirim rangkaian bisa diterima dengan baik oleh penerimanya. Masyarakat sering kali mengirim bunga papan untuk mengungkapkan perasaan simpati, peduli, dan dukungan kepada kerabat maupun kolega.
Bunga papan menjadi primadona pada momen-momen berharga seperti pernikahan, ulang tahun, peresmian gedung, maupun tempat usaha baru. Bahkan, ketika terjadi duka cita atau belasungkawa, bunga apan juga hadir. Pada dasarnya bunga papan adalah pesan yang ditulis melalui karangan bunga. (Andari Titisari)
