Itulah hasil penelitian Fauzan Azima dari Institut Pertanian Bogor. Percobaan dilakukan pada kelinci yang diberi pakan mengandung ekstrak kayu manis. Hasilnya, total kolesterol turun dari 139,1 mg/dl menjadi 44,3 mg/dl. LDL (lemak jahat)-C dari 286,5 mg/dl menjadi 95,8 mg/dl dan kadar trigliserida dari 122,2 mg/dl menjadi 61,2 mg/dl. Pemberian ekstrak Cinnamomun burmanni sebanyak 200 ppm per kg bobot tubuh per hari lebih efektif daripada pemberian obat aterosklerosis, Lipanthyl 300 mg atau Fenolfi brate. Jadi, pengerasan lemak di pembuluh arteri itu bisa dicegah dengan rutin mengkonsumsi kayu manis secara rutin. Pria kelahiran Bukittinggi 38 tahun silam itu menyarankan, konsumsilah kayu manis yang telah diolah menjadi cake, kue, bumbu masakan, es krim, dan extrude.***
Cabai Obat Jantung
Pedas. Itulah ciri khas cabai. Mengunyah cabai merah atau cabai rawit membuat mulut seakan terbakar dan perut terasa panas. Cabai memang mengandung zat aktif kapsaisin yang mendatangkan rasa pedas. Nah, di balik rasa pedas itu, ternyata bermanfaat bagi kesehatan.
Hasil penelitian mengungkapkan, cabai dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosit). Selain itu juga dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati. Riset terbaru mengungkapkan, kapsaisin yang terdapat pada cabai berkhasiat melancarkan peredaran darah dan memperkuat otot jantung. Karena itu di masa datang, cabai akan berperan dalam pengobatan penyakit pembuluh darah dan jantung koroner.***
Â
Â
