Sunday, July 14, 2024

Keelokan Anggrek Dendrobium Trhyrsiflorum

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Rini Pintokowati, pehobi anggrek di Dusun Kepitu, Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengoleksi beragam jenis anggrek di kebunnya. Salah satu yang memikat mata saat melihatnya adalah anggrek Dendrobium trhyrsiflorum (D. trhyrsiflorum).

“Ini saya rawat sejak 8 tahun lalu. Biasanya muncul 4–5 tangkai bunga. Ini sampai delapan tangkai,” kata Rini.

Anggrek itu banyak tumbuh di Myanmar, Thailand, dan Vietnam pada ketinggian 1.200–2.000 meter di atas permukaan laut (m dpl). Batang anggrek itu ramping dan bergerigi dengan daun hijau tua.

Tangkai bunga D. trhyrsiflorum menjulur sepanjang 30-an cm dari pucuk batang. Bunganya menggerombol dan menggantung ke bawah.

“Mirip biji pinus karena kumpulan bunganya. Satu kumpulan bisa memuat 30–50 bunga berukuran 5 cm,” kata Rini.

Bunga D. trhyrsiflorum wangi dengan bunga putih berlidah jingga. Rini merawat anggrek cantik itu bersama dengan anggrek antik lainnya seperti Dendrobium densiflorum dan Dendrobium bullenianum.

Rini merawat anggrek-anggrek koleksinya itu dengan sepenuh hati. Ia menempatkan anggrek koleksi di bawah jaring penaung 70%. Artinya, jaring hanya meloloskan 30% sinar matahari.

“Saya ingin membuat kebun yang mirip dengan habitat asli anggrek-anggrek spesies itu,” jelasnya.

Tanaman kerabat vanili itu tampak segar yang menunjukkan pertumbuhan bagus. Ibu dua anak itu hanya menyiram anggrek sehari dua kali menggunakan selang. Keruan saja, air siraman itu membasahi lantai semen di kebunnya yang berketinggian 100–499 m dpl.

Ia juga memberikan nutrisi berupa vitamin B1. Rini melarutkan satu tutup botol vitamin B1 dalam 14 liter air bersih, mengaduk rata, dan menyemprotkan ke sekujur tanaman. Frekuensinya hanya dua kali setahun pada Maret dan November.

Berkat perawatan itu, dendrobium-dendrobium di kebun Rini Pintokowati tumbuh sehat dan cantik.

Menurut Dedek Setia Santoso, penyilang anggrek dendrobium di Kotamadya Batu, Jawa Timur, ketiga spesies dendrobium koleksi Rini memiliki penampilan yang bagus. Bunga ketiga spesies tersebut rata-rata serempak dan bergerombol.

Selain itu, warna dendrobium cantik karena cerah dan memiliki kombinasi-kombinasi. Sayangnya, bunganya kurang tahan lama dan agak susah disilangkan dengan dendrobium-dendrobium yang ada di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img