Trubus.id — Institut Pertanian Bogor baru-baru ini merilis varietas cabai rawit merah baru. Cabai rawit itu diberi nama Bonita IPB. Cabai rawit merah Bonita IPB adalah varietas nonhibrida tetapi mempunyai produktivitas setara hibrida. Cabai rawit Bonita ini memiliki beragam keunggulan.
Prof. M. Syukur, ketua peneliti cabai Bonita IPB, mengatakan, perakitan varietas unggul cabai rawit Bonita IPB dilakukan mulai 2013, yang diarahkan kepada peningkatan produktivitas.
“Keunggulan Bonita IPB adalah produktivitas per tanaman mencapai 13–15 ton per hektare dengan potensi hasil mencapai 20 ton per hektare atau 1,1 kilogram per tanaman,” kata Syukur, seperti dikutip dari laman IPB University.
Keunggulan lain, jumlah buah per tanaman mencapai 325 buah dan umur mulai panen adalah 85–90 hari setelah tanam (HST). Sementara itu, untuk tingkat kepedasannya relatif tinggi, dengan kandungan capsaicinnya berkisar 50.000–75.000 Scoville Heat Unit (SHU).
Tetua betina cabai Bonita IPB adalah cabai rawit IPB C295. Cabai rawit IPB C295 dipilih karena memiliki keunggulan ukuran buah panjang dan beradaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi. Tetua jantan adalah cabai rawit IPB C285, yang unggul jumlah buah banyak (produktif).
“Persilangan keduanya menghasilkan cabai rawit Bonita IPB berdaya hasil tinggi melalui peningkatan jumlah buah dan beradaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi,” terangnya.
Sebagai salah satu komoditas unggulan hortikultura Indonesia, cabai rawit merah Capsicum frutescens L. sering kali menjadi isu nasional karena harganya sangat berfluktuasi. Harganya bahkan dapat mencapai Rp200.000 per kilogram. Hal ini karena lebih dari 60 persen konsumsi cabai dalam keadaan segar.
Konsumsi cabai segar mengharuskan produk ini harus tersedia setiap saat dalam keadaan segar dan tidak bisa disimpan lama. Untuk itu, menurut Syukur, diperlukan manajemen dan teknologi budidaya yang baik. Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi budidaya cabai rawit yang sangat penting.
Berdasarkan testimoni, petani cabai di Temanggung, menyebut cabai Bonita IPB tergolong agak tahan terhadap virus keriting kuning. Meskipun terserang virus keriting, Bonita IPB masih tetap berbuah lebat.
Varietas Bonita IPB dilepas pada 2021 dengan Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas dengan Nomor 343/Kpts/SR.130/D/IV/2021. Produksi benih dan pemasaran Bonita IPB bekerja sama dengan CV Jogja Horti Lestari, PT Botani Seed, dan CV Benih Dramaga. Saat ini benih Bonita IPB telah tersebar ke seluruh Indonesia melalui e-commerce.
Tim peneliti Bonita IPB diketuai oleh Prof. M. Syukur dan beranggotakan Prof. Sobir, Dr. Awang Maharijaya, Dr. Arya Widura Ritonga, Undang, S.P., M.Si., Sulassih, S.P., M.Si., MR Alfarabi Istiqlal, S.P., M.Si., dan Abdul Hakim, SP, M.Si.
Mereka adalah para dosen dan peneliti di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University dan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University.
