Thursday, January 29, 2026

Kontes WTC Manggadua 2009 : Akbar di Akhir Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Tengoklah perjalanan GC superred saat  meraih gelar tertinggi itu. Siluk merah sepanjang 55—60 cm itu bersaing ketat dengan siluk penghuni akuarium B3. Keduanya sama-sama istimewa. Perbandingan panjang dan lebar tubuh mereka pas sehingga enak dipandang. Pun warna yang menjadi ciri khas superred. “Merahnya menyala terang dan solid,” ujar Randy Julius, juri dari Jakarta. Namun, karena sang GC lebih aktif bergerak ia pun didaulat menjadi juara.

Lou han tak jauh berbeda. Kampiun cencu A sejak awal sudah memenuhi kriteria ideal lou han juara. Kelengkapan tubuh seperti sirip punggung, ekor, dan bawah, tak ada cacat. Pun keserasian warna. Saat telunjuk beberapa pengunjung menari-nari di depan kaca akuarium, klangenan Halley WS itu spontan merespon dengan bergerak mengikuti arah telunjuk. “Penampilannya paling stabil dan tidak drop sepanjang kontes ini,” kata Hadi, juri.

Plakat menang

Dua gelar bergengsi yang sudah digenggam oranda jumbo selama berkiprah pada awal sampai pertengahan 2009 cukup menjadi modal untuk melawan para rival beratnya. Sebutlah ryukin jumbo milik Harsono dari Jakarta yang istimewa lantaran besar dan aktif berenang. Ini jarang dijumpai karena ikan besar biasanya malas bergerak. Menurut YB Hariantono satu-satunya penyebab ryukin jumbo terpental karena ada kelemahan di sirip ekor. “Siripnya tidak simetris,” kata juri dari Bintaro, Tangerang, itu. Sang GC yang diimpor dari Thailand 1,5 tahun lalu itu secara keseluruhan cukup sempurna.

Meski demikian menurut Hariantono ada hal menarik selama kontes maskoki itu digelar. “Kualitas ternakan lokal sudah demikian bagus,” katanya. Ini menjadi peluang bagi anggota keluarga ikan mas Cyprinus carpio lokal untuk menapak tangga juara bergengsi seperti halnya ternakan impor. “Peluang itu tampak dari jenis ryukin,” tambahnya.

Hadirnya cupang plakat sebagai GC pun menjadi fenomena menarik selama lomba pada 12—13 Desember 2009 itu. Apalagi selama ini gelar GC sulit lepas dari genggaman serit dan halfmoon, bila ketiga jenis itu beradu di babak puncak. “Plakat istimewa karena benar-benar prima dan kombinasi warna putih-birunya cantik,” kata Hermanus J. Hariyanto, juri dari Jakarta. Halfmoon dan serit yang sama-sama berwarna biru sulit menyaingi sang plakat. (Dian Adijaya Susanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Mengatasi Philodendron Layu, Busuk Akar, dan Daun Menguning

Philodendron termasuk tanaman yang kuat. Meski beitu tanda seperti layu, busuk akar, atau daun menguning biasanya mengindikasikan gangguan fisiologis...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img