Trubus.id— Pengelolaan kolam lele tak luput dari kegiatan pengawasan. Tak hanya mewaspadai kehadiran hama dan penyakit, pertumbuhan dan kesehatan ikan perlu dikontrol setiap hari.
Kesehatan ikan bisa dilihat dari gerakan saat makan atau habis tidaknya pakan. Bila gerakannya lambat, kemungkinan nafsu makannya turun akibat stres atau sakit. Pakan tidak habis pun tanda lele bermasalah.
Oleh karena itu, perlu dideteksi penyebab dan cara penanganannya. Kurang antisipasi, lele akan lemah kondisnya, sakit, lalu mati. Untuk melihat kesehatan dan pertumbuhan lele bisa menggunakan anco.
Jala juga bisa dipakai untuk sampling ikan tapi terlalu repot membawanya. Anco yang terbuat dari jaring berbentuk bulat atau segi empat itu diturunkan bersamaan pakan. Sebelumnya masukkan segenggam pelet ke anco.
Setelah direndam selama 15 menit anco bisa dinaikkan. Bila ingin mengetahui pertumbuhan, lele diambil dan ditimbang. Pengecekan seperti itu harus sudah diprogram setiap minggu atau 10 hari sekali. Cara itu bisa membantu dalam memperkirakan jumlah pakan.
Pengontrolan tidak hanya di dalam kolam, lingkungan di sekitar pun wajib diawasi. Kehadiran hama terkadang datang secara tiba-tiba. Salah satunya sejenis insekta genus Notonecta.
Serangga yang dikenal penduduk Sunda bebeyesan itu datang secara berbondong-bondong ke kolam terutama pada awal penebaran. Mereka menyerang benih ukuran kecil dengan menusuk dan mengisap hingga mati.
Tak segan-segan serangga sebesar beras itu terbang dan berpindah dari kolam satu ke kolam lain. Untungnya, serangga itu hanya menyerang benih ukuran kecil (2—3 cm). Cara mensiasatinya dengan menebar benih ukuran agak besar (>7 cm).
Sebaiknya kolam dikontrol setiap hari terutama sepekan setelah tebar. Bila terlihat ada tanda-tanda kehadirannya di kolam segera diserok dengan saringan halus, lalu dibuang.
