Tuesday, May 5, 2026

Kreasi Lontar di Hari Merdeka

Rekomendasi
- Advertisement -
Rangkaian dengan materi utama daun lontar berbentuk tumpeng untuk
merayakan hari kemerdekaan karya I Komang Budinata. (Dok. DPP IPBI Bali)

Rangkaian sarat budaya berbahan lontar menyemarakkan hari kemerdekaan.

Trubus — Daun lontar Borassus flabellifer bukan hanya bahan alat musik sasando. I Komang Budinata memanfaatkannya sebagai materi rangkaian bunga yang menawan. Perangkai dari Kabupaten Gianyar, provinsi Bali, itu membuktikan keistimewaan daun lontar yang sarat budaya. Komang menyuguhkan rangkaian berupa tumpeng yang terinspirasi dari kearifan lokal budaya Jawa dan Bali.

I Komang Budinata menggenggam tameng Tri Datu yang tersusun dari
potongan dan anyaman daun lontar. (Dok. DPP IPBI Bali)

Yang menarik, tumpeng itu terdiri atas tiga rangkaian berbeda, tetapi terhimpun menjadi satu. Komang menyatukan rangkaian berupa burung garuda, gunungan, dan bentuk tumpeng. Pemilik toko bunga Golden Ubud Art Deco itu meletakkan ketiga rangkaian itu pada dulang kayu. Hasilnya tumpeng karya Komang terlihat istimewa.

Hiasan kepala

Komang menyematkan bunga anggrek bulan putih, anthurium merah, dan helikonia di badan tumpeng. Ada pula bunga rumput teki Cyperus rotundus dan buah takokak Solanum torvum. Komang menuturkan, penggunaan beragam teknik merangkai seperti anyam, gulung, lipat, dan potong untuk mewujudkan tumpeng idaman. Ia juga membuat rangkaian lain yakni tameng Tri Datu.

“Tameng terinspirasi dari tradisi perang siat pandan atau Mekare-kare yang ada di desa Tenganan, Karangasem, Bali,” ujar angota Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (IPBI DPC) Badung itu.

Ni Nyoman Yuni Juniati memakai hiasan
kepala uras kuangen dari daun lontar. (Dok. DPP IPBI Bali)

Perangkai bunga di Denpasar, Bali, Ni Nyoman Yuni Juniati, juga membuat rangkaian bunga uras kwangen dari daun lontar. Yuni menampilkan seni merangkai lontar khas Pulau Dewata yang sohor dengan istilah tetuasan dan reringgitan. Ia membuat rangkaian dari materi utama lontar untuk hiasan kepala. Perangkai iitu memanfaatkan bando plastik hitam polos untuk menempatkan bantalan bunga sehingga rangkaian stabil. Hiasan kepala berbentuk kipas itu tampak dramatis dengan tambahan lontar dan amaranthus merah yang dipasang menjuntai di sisi kanan dan kiri.

Belum lagi Yuni menambahkan ornamen bunga yang juga terbuat dari lontar. Itulah sebabnya, hiasan kepala milik Yuni tampak berkarakter. Anggota IPBI DPC Denpasar itu pun unjuk kebolehan membuat buket. Ia memanfaatkan bunga gomprena dan amaranthus untuk mendukung keindahan buket dengan materi utama lontar yang dipasang melengkung.

Ciamik

Kalung dari perpaduan daun lontar dan bunga gomprena milik Luh Sudarmini.(Dok. DPP IPBI Bali)

Perangkai bunga di Denpasar, Bali, Luh Sudarmini, juga membuktikan keistimewan lontar. Amik, sapaannya, membuat kalung bunga yang menjadi ciri khas penyambutan tamu di Bali. Pada kalung itu ia menjalin lontar menjadi cili dan ketupat. “Cili merupakan pelengkap ucapara di Bali yang berbentuk kipas,” ujarnya. Amik menyisipkan manik-manik merah pada cili sehingga tampak atraktif.

Pada kalung itu ia menambahkan roncean gomprena putih dan kuntum kembang sepatu. Voila, kalung karya Amik menjadi ciamik. Pemilik toko bunga Sekar Sanur itu pun mampu menampilkan hiasan kepala nyentrik yang terinspirasi dari Topeng Sidakarya. Pada hiasan kepala itu, ia memanfaatkan lidi lontar yang diserut melengkung.

Luh Sudarmini mengenakan hiasan
kepala dan buket dari daun lontar. (Dok. DPP IPBI Bali)

Karya lain milik Amik adalah buket yang terinspirasi dari canang. Bendahara IPBI DPC Denpasar itu mengubah lontar menjadi bentuk mirip corong. Ia menata setiap corong secara melingkar lalu menyisipkan aksesori bunga grengseng khas Bali dan manik-manik merah.

Menurut wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPBI Bali, Bebiana Marchelina, rangkaian lontar merupakan tradisi warisan budaya Bali yang bertahan hingga kini. Masyarakat bisa menjumpai rangkaian lontar di berbagai upacara adat, pernikahan, bahkan desain interior.

“Lewat rangkaian bunga kami ingin memperkenalkan lontar sebagai materi merangkai bunga yang mumpuni kepada masyarakat luas,” ujar Bebiana Marchelina. Cukup dengan sedikit kreativitas, lontar mampu menjelma menjadi rangkaian untuk menyemarakkan momen penting, termasuk kemerdekaan negeri tercinta. (Andari Titisari)


Artikel Terbaru

Cara Menanam Pepaya California agar Cepat Berbuah dan Seragam

Sebagai pekebun yang ingin pepaya california cepat berbuah dan menghasilkan buah seragam, tahap awal yang penting adalah perkecambahan benih....

More Articles Like This