Friday, December 2, 2022

Laba Besar Musim Hujan

Rekomendasi

Fariadi memanen 3 ton bawang daun dari lahan 1.000 m2 pada puncak musim hujan.

Hamparan kebun bawang daun rentan serangan penyakit saat musim hujanGumpalan awan kumulonimbus itu tercurah menjadi hujan deras sehingga air mulai mengisi parit antarbedengan di lahan bawang daun milik Fariadi. Hujan tak kunjung henti itu membuat hati petani di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, itu semakin ketar-ketir.

Betapa tidak, tanaman Allium fistulosum miliknya baru tumbuh 30 cm. Hujan lebih dari 48 jam mengundang cendawan patogen menyergap. Selang 3 hari, kekhawatiran ayah 2 anak itu terbukti. Beberapa bagian tanaman berumur 60 hari itu terkulai layu. Batang lunak dan ujung daun mulai menguning, ciri serangan busuk daun dan akar akibat kehadiran cendawan Phytophthora infestans dan Fomes noxius.

 

Urine kelinci

Untuk  menanggulangi,  ia menyemprot-kan pestisida berbahan aktif propineb sebanyak 1 gram per liter. Hasilnya nihil. “Warna daun di setengah hamparan menjadi kuning kecokelatan,” ujar Fariadi. Tanaman bawang daun di lahan 500 m2 itu akhirnya luluh lantak. Kejadian pada 2004 itu menyebabkan kerugian Rp 12-juta.

Selain kedua cendawan itu, bawang daun rentan serangan Alternaria porri penyebab bercak ungu dan Pseudoperonospora cubensis biang keladi penyakit embun bulu. Keduanya hadir pada musim hujan lantaran menyukai kelembapan tinggi. “Jika hujan turun setiap hari selama 7 hari berturut-turut, tingkat serangan bisa mencapai 100%,” kata Dr Ir Suryo Wiyono, ahli patologi di Klinik Tanaman Institut Pertanian Bogor.

Jahe ampuh atasi serangan cendawanItu sebabnya puncak serangan penyakit terjadi pada puncak musim hujan, sekitar Oktober—Januari. Saat itu banyak petani beralih menanam komoditas lain yang resistan penyakit seperti kentang, tomat, atau cabai. Efeknya pasokan berkurang sehingga harga melonjak. “Sebenarnya, kalau bisa menanggulangi penyakit, petani bisa untung besar. Harga ketika panen raya (Juli—September, red.) hanya Rp2.000 per kg. Melonjak Rp10.000 karena pasokan minim,” kata Agung Supriyanto teknisi pemuliaan tanaman di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Jawa Barat.

Melihat peluang itu, Fariadi kembali bersemangat. Kerugian 9 tahun silam tak membuatnya jeri. Ia kembali menanam bawang daun. Bedanya, sejak 2005, pria kelahiran Barabai, Kalimatan Selatan, itu tidak lagi mengandalkan pupuk atau pestisida kimia. Ia menggunakan kotoran ayam sebagai sumber hara. Untuk menghalau serangan cendawan atau bakteri, ia mengandalkan larutan pestisida nabati berisi urine kelinci, rimpang jahe, dan biji sirsak.

Pada November 2012, Fariadi menanam bawang daun di lahan 1.000 m2. Sebelum menanam, ia membuat bedengan setinggi 30 cm selebar 1,5 m dengan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Setiap bedengan terpisah oleh parit selebar 30 cm. Sebelum tanam, ia membenamkan 1 kg pupuk kandang per lubang tanam alias 1 ton per 1.000 m2. Dengan kotoran unggas, gulma tidak cepat muncul sehingga tidak perlu sering menyiangi. “Ayam tidak makan rumput sehingga kotorannya tidak memicu pertumbuhan gulma,” kata pria yang menanam sayuran sejak 21 tahun lalu itu.

Fariadi pemilik kebun bawang daunBerikutnya ia menanam 3 benih per lubang tanam. Untuk lahan 1.000 m2, ia menanam 50 kg benih dalam 4.000 lubang tanam alias populasi 12.000 tanaman. Untuk mengurangi kelembapan, ia merenggangkan jarak antarlubang tanam menjadi 50 cm x 50 cm. Pada musim kemarau, jarak antarlubang tanam cukup 30 cm x 30 cm alias populasi 33.000 tanaman per 1.000 m2.

 

Rizobakter

Sebulan pascatanam, ketika tinggi—tanaman 45—50 cm, Ia menyemprotkan campuran pestisida nabati yang terdiri dari tumbukan halus 15 biji sirsak Annona muricata, 100 g parutan jahe Zingiber officinale, dan 200 ml urine kelinci. Ia memasukkan bahan-bahan itu dalam tangki semprot berkapasitas 14 l lalu mengisi air sampai penuh. Penyemprotan ia ulang sebulan sekali sampai tanaman menjelang panen alias berumur 4 bulan pascatanam.

Alternatif lain, menggunakan campuran 100 kg pupuk kotoran sapi atau kambing dan 0,5 kg tepung cangkang rajungan lalu ditutup rapat agar terfermentasi. Seminggu kemudian, ia menambahkan air ke 30 kg campuran itu sampai volumenya 100 l. Ia memasukkan 700 ml larutan itu ke dalam tabung semprot 14 l, menambahkan air sampai penuh, lalu menyemprotkan ke daun dan tanah seminggu sekali pada pagi hari. “Jika tampak gejala penyakit, tingkatkan penyemprotan menjadi 2 kali seminggu,” ujar pria 44 tahun itu.

Meski tampak remeh, pestisida nabati ala Fariadi terbukti cespleng. Dari 33.000 tanaman, hanya 3.000 alias 10% yang terserang. Pada Maret 2013, ketika tanaman berumur 4 bulan pascatanam, ia panen. Dari lahan 1.000 m2 ia mendulang 3 ton daun bawang yang laku terjual di gerai pasar modern Rp15.000 per kg. Selain karena tergolong sayuran organik, harga tinggi itu lantaran pasar kekurangan daun bawang.

 

Biji sirsak bahan baku pestisidaCegah

Menurut Suryo, biji sirsak mengandung asetogenins yang bersifat racun bagi bakteri dan cendawan. Jahe juga bersifat antimikrob sehingga makhluk liliput itu mati sebelum menyerang tanaman. Pencegahan serangan cendawan bisa dilakukan dengan perlakuan benih di tahap pratanam. Suryo menyarankan pemberian bakteri rizobakter alias PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria).

“Rizobakter meningkatkan daya tahan benih terhadap serangan cendawan atau bakteri patogen,” kata Suryo. Jika telanjur muncul gejala serangan bercak ungu atau embun bulu, semprotkan susu tanpa lemak dengan dosis 7 g per liter air. Menurut Suryo, susu menekan serangan penyakit hingga 60—70% sehingga bisa menjadi fungsida.

Pada budidaya konvensional alias nonorganik,  Agung   menyarankan   pe-nanaman bawang daun secara tumpangsari dengan anggota famili Solanaceae seperti kentang, cabai, atau tomat. Bawang daun menjadi tanaman tumpang, sedangkan famili Solanaceae menjadi tanaman sari. “Saat menyemprotkan pestisida untuk tanaman sari, tanaman tumpang pun ikut tersemprot sehingga biaya perawatan minim,” kata Agung. (Muhamad Cahadiyat Kurniawan)

Previous articleRespon Cepat Taiwan
Next article30 Kali Lebih Cepat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img