Thursday, August 18, 2022

Liukan Lidah Naga di Atas Batu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di atas batu nan keras tampilan lidah naga—sebutan sansevieria—menjadi kian cantik. Mirip hijaunya oase di tengah gurun pasir atau pegunungan batu. “Daun yang hijau melembutkan kesan sangar pada batu,” kata Herry. Tengok saja sosok  Sansevieria patens dan S. fischeri yang tumbuh subur di atas batu asal pegunungan di Jawa bagian selatan.

Dua tahun silam Edi Sebayang di Tangerang, Banten, dan A Gembong Kartiko di Batu, Jawa Timur, juga menanam lidah mertua di atas batu. Bedanya unsur batu sebagai sekadar aksesori masih kuat.

Batu juga dipakai sebagai pembentuk kontur pada sansevieria yang ditanam berkelompok membentuk taman. Contohnya yang Trubus lihat di kontes sansevieria di Blitar, Jawa Timur, dan kontes sansevieria di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 2008. Nah, teknik Herry beda karena batu dan sansevieria sama-sama menjadi elemen utama. Komposisinya bisa 50:50 bahkan 70% batu.

Harus subur

Menurut Ir Arie Wijayanti Purwanto MP, ahli fisiologi tumbuhan di Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta, sansevieria tergolong tanaman bandel yang mampu beradaptasi pada beragam media. “Pada sansevieria mini dengan media minim hara, tanaman tetap bertahan hidup dengan mengurangi ukuran daun ketimbang normal,” katanya.

Pada kasus Herry, sansevieria yang tumbuh di atas batu bukan berarti tanpa media subur. Herry meletakkan batu pilihannya di atas media kaya hara agar lidah jin di atasnya tetap subur. Akar mampu menjangkau media karena pengusaha konveksi itu melubangi batu dengan besi lancip. “Sansevieria yang ditanam berumur 3 bulan yang sudah banyak akar. Dengan demikian stres tanaman bisa dihindari,” kata Herry. Akar dirapikan dan dimasukkan ke dalam lubang sehingga menjangkau media subur di bawahnya.

Teknik itu agak berbeda dengan yang dilakukan A. Gembong Kartiko dan Andi Solviano Fajar (baca: Tampil Eksotis di Atas Batu, Trubus Mei 2008). Gembong hanya melubangi batu setengahnya sehingga lubang di batu berperan sebagai pot.

Selaras

Menurut Herry tak semua sansevieria cocok ditanam di atas batu. “Pilih sanseveria yang karakter aslinya lambat tumbuh atau kecil. Jadi berukuran mini bukan karena dikerdilkan,” katanya. Dari kelompok daun tebal misalnya fischeri, patens, atau lavranos. Sedangkan dari kelompok daun tipis seperti pagoda dan hahnii. Tujuannya agar ukuran tanaman tetap selaras dengan ukuran batu yang dipilih.

Pada seni shanshui penjing di China—yang memakai tanaman berkayu—ukuran tanaman tetap proporsional dengan batu karena dipangkas. “Pada sansevieria daun tak mungkin dipangkas karena tampilan menjadi rusak,” tutur Huscen Achmad, trainer bonsai di Jakarta Selatan, yang juga mengoleksi sansevieria.

Kini di nurserinya di Jebres, Solo, Jawa Tengah Herry mengoleksi 100 sansevieria yang tumbuh di atas batu. Pada setiap batu hanya 1 jenis sanseveria ditanam supaya pertumbuhannya seragam. Pot yang digunakan dipilih yang tebalnya di atas 2 cm agar mampu menahan beban batu. (Destika Cahyana/Peliput: Tri Susanti)

Sansevieria parva ‘Kenya Hyacinth’, akarnya menembus media sehingga tanaman tetap subur

Sansevieria lavranos, pertumbuhan lambat sehingga tetap proporsional dengan ukuran batu

Foto-foto: Tri Susanti

Shanshui Penjing Sansevieria

 

  1. Pilih batu yang diinginkan, lalu cuci dengan air dan sikat sampai bersih. Semprot dengan insektisida agar batu steril. Lubangi batu dengan bethel (besi berujung lancip) atau bor. Posisi lubang disesuaikan dengan bentuk batu. Bila melubangi batu dari samping, lubang harus diarahkan ke bawah agar bisa menjangkau media. Jadi bentuknya seperti huruf L terbalik atau huruf J.
  2. Siapkan media tanam di pot besar terdiri dari kotoran sapi, abu, kotoran kambing, pasir, sekam, dan pakis dengan perbandingan sama. Ketebalan media tanam sekitar 3 cm.
  3. Rapikan akar sansevieria yang dipilih. Umur sansevieria minimal 3 bulan agar tidak stres. Masukkan akar sanseveria ke dalam lubang dan isi lubang dengan media tanam.
  4. Letakkan batu di atas pot besar yang sudah berisi media tanam.
  5. Dengan media porous itu siram sansevieria setiap hari. Herry menyiram sansevieria pada malam hari. Setiap 3 hari tanaman disemprot insektisida.***

 

Previous articleKumpulan e-book
Next articlePohon Pusaka
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img