Sunday, November 27, 2022

Madu, Tentu Bukan Pondoh

Rekomendasi

Pasti banyak orang bertanya-tanya, salak apa lagi ini? Padahal, dibanding pondoh, madu yang juga asal Yogyakarta tak kalah istimewa. Selain manis, juga juicy karena daging mengeluarkan cairan cokelat kental seperti madu. Pantas disebut salak madu.

Harap mafh um bila salak madu belum banyak dikenal. Gregori Garnadi Hambali, kolektor salak di Bogor, pun baru mendengar nama itu. Musababnya, keberadaan anggota keluarga Palmae itu memang baru diketahui pada pertengahan 2004.

Nun, di Dusun Balerante, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, staf Dinas Pertanian Kabupaten Sleman menemukan buah kulit bersisik itu di antara pohon pondoh. Makanya wajar bila semula si madu dianggap varian pondoh.

Mirip pondoh

Sekilas penampilan madu mirip pondoh. Namun, bila sosok buah dicermati lebih teliti terlihat perbedaannya. Sisik pada kulit tersusun teratur membentuk garis lurus dari pangkal ke ujung buah. Sedangkan sisik salak pondoh—pun gading, jenis unggul dari Yogyakarta—teratur dengan susunan seperti genteng.

Namun, pembeda paling jelas, ketika daging buah ditekan keluar cairan kental seperti madu. Cairan itu tak dijumpai pada salak pondoh dan gading. Lantaran mengandung cairan seperti madu, salak madu lebih juicy dan manis. Tingkat kemanisannya mencapai 22,97o briks.

Hasil penelitian Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, pun menunjukkan sifat fi sik dan kimia madu memang berbeda dengan pondoh. Sebagai pembanding, salak gading juga disertakan. Salak madu berbobot 88,55 g/buah; pondoh, 84,64 g/ buah; dan gading, 71,07 g/buah. Uniknya, bobot salak madu yang ditanam di Dusun Sukomartani, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel—berketinggian 500 m dpl—ratarata hanya 51,08 g per buah. Diduga semakin rendah daerah penanaman, bobot menyusut. Madu lebih cocok ditanam pada ketinggian 700—750 m dpl.

Namun, kandungan vitamin C salak madu kalah jauh dibanding pondoh dan gading. Kandungan vitamin C madu di Dusun Sukomartani 9,05 mg/100 g dan di Dusun Balerante 8,09 mg/100 g. Sementara pondoh 19,63 mg/100 g dan gading 17,11 mg/100 g.

Berkembang

Kini penanaman salak madu terus menyebar di Kecamatan Turi dan Tempel yang terkenal sebagai sentra buah bersisik itu. Penanaman terutama di Dusun Balerante dan Dusun Sukomartani. Pekebun melirik madu karena harga jual buah eksotis itu relatif tinggi ketimbang pondoh. Saat panen raya, harga madu di pasaran Rp20.000/kg; pondoh hanya Rp2.500—Rp3.000/kg.

Peminat dari daerah lain bukan tidak ada. Namun, saat ini ketersediaan bibit hanya untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Sleman. Harga bibit madu, Rp3.000 per batang, lebih mahal ketimbang pondoh dan gading yang masing-masing Rp2.500 per bibit.

Salak madu panen raya pada Desember— Februari, panen kedua—sering disebut panen kecil—pada Juni. Hasil panen tak hanya dinikmati warga Kota Gudeg. Kenikmatan salak madu pun dirasakan peminat asal kota-kota di seputaran Jawa Tengah hingga Jakarta dan Surabaya. Bila kebun-kebun salak madu terus meluas, tak hanya pondoh yang jadi kebanggaan warga Yogyakarta. (Ir Titiek F. Djaafar, MP, dan Ir Siti Rahayu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img