Friday, January 16, 2026

Menanam Enam Jenis Sayuran dalam Satu Instalasi Hidroponik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Lazimnya, dalam satu instalasi hidroponik hanya terdapat satu komoditas sayuran. Namun, bagaimana jika satu instalasi hidroponik ditanam enam jenis sayuran?

Lia Marliani Zamila, Warga Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menanam 6 jenis sayuran dalam satu instalasi hidroponik dengan teknik Deep Flow Technique (DFT).

Instalasi setinggi 2 meter itu tak ubahnya kedai sayuran segar bagi keluarga. Lia Marliani Zamila memperoleh beragam sayuran seperti kukamelon Melothria scabra, kacang panjang, kubis, cabai, tomat, dan mentimun.

Khusus cabai, Lia menanam tiga jenis, yakni cabai pelangi, rawit besar, dan habanero. Untuk tomat, Lia menanam jenis fortesa, beafsteak, apel, golden yellow, dan microtom.

Lia meletakkan instalasi di halaman depan rumahnya tanpa penaung. Instalasi itu berdiri di atas tanah 4 m × 6 m. Bentuk instalasi piramida terdiri atas 5 tingkat. Tinggi pipa mencapai 2 meter, sedangkan lebar 0,8 m. Semua jenis tanaman sayuran itu tumbuh subur dan berhasil berbuah.

Charlie Tjendapati, pekebun hidroponik di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, menuturkan, pemberian nutrisi berdampak pada produktivitas dan kualitas panen. Jadi, menurutnya, menanam beragam jenis sayuran dalam satu instalasi tidak ada masalah jika hanya skala hobi.

Namun, kalau skala industri, ia menyarankan satu instalasi hanya satu jenis komoditas. Hal ini akan berdampak pada pemberian nutrisi dan produktivitas tanaman. Prioritas utamanya adalah kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Menurut Mas’ul Hadi, S.P., Crop Spesialist PT Meroke Tetap Jaya, pemilihan jenis nutrisi merujuk pada tujuan tanam, berorientasi profit atau sekadar hobi. Setiap produsen pupuk menentukan kadar unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) dalam setiap produknya.

“Kalau untuk sayuran daun unsur N lebih besar. Sementara untuk sayur buah unsur P dan K yang besar, N-nya kecil,” terangnya.

Unsur N lebih besar karena berperan merangsang tumbuhnya daun. Adapun P dan K berfungsi mengoptimalkan buah.

Menurut Hadi, jika hidroponik skala industri, idealnya dalam satu instalasi tanaman sejenis. Tidak bercampur, antara sayuran daun dan buah. Sebab, hasilnya tidak akan maksimal, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas produk. Selain itu, akan menyulitkan pekebun meracik nutrisi yang pas untuk seluruh tanaman.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img