Trubus.id—Serangan kutu putih memang sangat merugikan petani. Namun yang paling membahayakan ketika hama itu menjadi vektor atau pembawa virus cucumber mosaic virus (CMV).
Menurut Manajer Pemasaran FMC Agriculture Manufacturing, Arya Yudas, “Kalau terkena virus, sudah tidak ada harapan lagi. Tanaman itu harus dicabut agar tidak menular ke tanaman lain yang masih sehat.”
Satu-satunya cara untuk mengendalikan virus itu adalah dengan pencegahan. “Pencegahan yang efektif sejak di persemaian,” ujar Arya. Harap mafhum virus itu sudah mulai menyerang tanaman sejak di persemaian.
Beragam cara dapat petani cabai lakukan untuk mencegah serangan virus di antaranya menggunakan benih yang tahan penyakit, sanitasi kebun, proteksi dari luar, dan penggunaan pestisida tepat guna.
Sanitasi kebun meliputi mengendalikan gulma dan membersihkan sampah di sekitar kebun. Terakhir adalah penggunaan pestisida secara bijak. “Jika semua dilakukan, serangan virus bisa dikendalikan,” ujar Arya.
Selain pada cabai, kutu putih juga menjadi momok petani pepaya. Serangan hama Paracoccus marginatus bisa merugikan pekebun hingga gagal panen. “Kutu putih yang hinggap di buah, akan meninggalkan jelaga.
Bagian buah yang terkena jelaga itu akan mengeras dan tak enak dikonsumsi. Di sanalah petani merugi hingga gagal panen jika tak dikendalikan,” ujar Tri Budiyanti, S.P., M.Si, peneliti pepaya di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat. Beragam cara bisa dilakukan untuk mengendalikan kutu putih pada pepaya.
Secara umum sama dengan pada cabai yaitu penggunaan bibit yang tahan, sanitasi kebun, dan penyemprotan pestisida. “Sejauh pengamatan saya, jenis pepaya yang sedikit serangan kutu putihnya yaitu pepaya lokal sri gading,” ujar Tri Budiyanti.
Biji srikaya andal mengatasi serangannya sebagaimana riset Ahmad Sifa dan rekan. Periset dari Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, membuktikan, ekstrak biji srikaya ampuh mengendalikan kutu putih pada Carica papaya.
Pemberian 1% ekstrak biji Annona squamosa selama 72 hari mampu menekan serangan hama hingga 41%. Senyawa yang berperan di antaranya skuamosin dan asimisin. Dengan beragam cara pengendalian, maka tak ada alasan untuk takut pada si putih.
