Trubus.id—Kucing ras somali berasal dari Ethiopia, tetangga Somalia di bagian barat. Cacang justru mendatangkannya dari Rusia. Menurut Cacang Effendi yang juga menjabat presiden Cat Fancier Sosiety of Indonesia (CFSI), karakter somali mirip abisinian.
Itu karena somali keturunan abisinian yang mengalami mutasi, yakni berbulu panjang. Oleh karena itu ada pula yang menyebut somali sebagai abisinian berbulu panjang.
Cacang mengatakan kebanyakan pencinta kucing mensyaratkan berbulu panjang untuk kucing peliharaannya. Bulu panjang tampak lucu seperti kucing ras persia. “Jika pemilik senang lebih sering bermain dengan kucingnya, ras somali yang memiliki bulu panjang dan aktif bisa menjadi pilihan,” ujar Cacang.
Bobot jantan cenderung lebih besar dibandingkan betina. Bobot normal kucing somali jantan dewasa mencapai 5 kg sementara betina 3—4 kg. Suhu ideal untuk ras somali adalah 22—230C. Selain suhu, penggunaan sampo yang tidak cocok juga bisa mengakibatkan bulu rontok.
Kucing pendatang lain yakni cornish rex. Menurut pehobi di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Chandra Gunawan, “Perawatan cornish rex lebih mudah karena bulunya pendek sekali,” ujar Chandra.
Bulu pendek itu terlihat lebih unik karena mengeriting. Selain keunikan bulunya, sifat ingin tinggi sehingga terlihat atraktif dan agresif. Itu membuat Chandra semakin kepincut dengan kucing mirip devon rex.
Menurut Cacang, semua kucing memerlukan tahap adaptasi saat berpindah tempat tinggal. Waktu adaptasi kucing pendatang dari mancanegara lebih lama, mencapai 30 hari. Penyesuaian lingkungan, seperti suhu dan makanan adalah hal yang perlu diperhatikan.
Salah penanganan menyebabkan kucing stres atau rontok bulu. Hal utama yang menyebabkan bulu rontok adalah suhu ruangan. “Jika terlalu panas, rontoknya bisa semakin parah,” ujar Cacang.
