Tuesday, January 27, 2026

Mengganti Bahan Bakar Batu Bara dengan Biomassa

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Salah satu solusi memulai program transisi energi baru dan terbarukan yakni dengan mengganti bahan bakar batu bara dengan biomassa. Teknologi itu biasa dikenal dengan co-firing.

Prof. Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik UGM, mengatakan, co-firing merupakan solusi strategis dan ekonomis dalam transisi energi di Indonesia dan upaya efektif untuk mengurangi emisi CO2.

Pasalnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia selama ini menggunakan batu bara sebagai sumber bahan bakar utama. Setidaknya, tercatat 52 PLTU yang ada masih sangat bergantung pada bahan bakar batu bara yang dikenal sebagai penghasil emisi gas rumah kaca.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukannya, Samsul menilai pemanfaatan biomassa sangat memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif karena dinilai rendah emisi. Dengan begitu, relevan mendukung program energi bersih dan energi hijau dunia.

“Biomassa sangat rendah kandungan sulfur dan nitrogen dan saya kira pembangkit listrik tenaga uap kita bisa menggunakan tenaga biomassa ini,” kata Samsul, seperti dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.

Pemanfaatan biomassa untuk bahan bakar energi terbarukan menurutnya sangat memerlukan dukungan dari pemerintah, dalam hal ini PLN untuk mulai mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan batu bara.

Samsul menuturkan, apabila teknologi co-firing di PLTU dikembangkan dengan baik, akan meningkatkan penggunaan biomassa di Tanah Air semakin berkembang dan memiliki nilai jual tinggi.

Teknologi co-firing sebenarnya dapat mengonsumsi 100% bahan baku biomassa dengan menggunakan boiler PLTU yang sesuai dengan teknologi co-firing.

Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan persentase pembakaran dengan bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik sangat memerlukan dukungan penelitian lebih lanjut dari sisi material serta aspek pembakaran.

“Kolaborasi penelitian adalah langkah terbaik untuk melakukan itu,” papar Samsul.

Menurutnya, apabila seluruh PLTU sudah menggunakan biomassa, program pengembangan biomassa sebagai energi baru dan terbarukan akan tumbuh dan berkembang, baik dari sisi bisnis maupun teknologinya.

Dari hasil penelitiannya, berbagai lokasi sumber energi biomassa yang bisa dimanfaatkan yakni berasal dari hasil hutan tanaman energi atau industri, hutan sosial, limbah penebangan, hasil kayu dari pembukaan lahan, limbah pengolahan kayu, limbah agroforestri, dan dari limbah padat kota.

Adapun jenis tanaman potensial yang bisa dikembangkan sebagai biomassa adalah akasia, kaliandra, gamal, pilang, turi, dan lamtoro gung. Menurutnya, jenis tanaman ini memiliki karakteristik cepat tumbuh, adaptasi baik, tahan hama dan penyakit, serta siklus panen pendek dan memiliki nilai kalor yang tinggi.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img