Monday, August 15, 2022

Misteri Rafflesia di Tapanuli

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penemuan Rafflesia sp di luar Bengkulu dan Jambi—area yang selama ini sohor sebagai habitat.

Bakal bunga membuat dinding akar membengkak.
Bakal bunga membuat dinding akar membengkak.

Imam Prabu dan lima rekannya bertugas mensurvei di daerah Aekpining, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Imam dan rombongan mencapai satu kawasan tebing yang cukup curam. Untuk menuruni tebing, mereka berpegangan di akar-akar pohon yang menjulur.

Betapa terkejutnya Imam saat melihat sekuntum bunga besar menempel di akar pohon. Setengah tak percaya, ia memperhatikan bunga itu. “Ini Rafflesia arnoldi bukan ya?” tanya Imam Prabu kepada rombongan. Ia ragu sebab yang ia tahu Rafflesia arnoldi berhabitat asli di Bengkulu dan Jambi.

Sentra rafflesia
Imam kemudian mengukur diameter bunga langka itu. Ukurannya cukup besar, mencapai 92 cm, sedangkan diameter lubang lingkaran 60 cm. Warnanya merah jingga. Kelopak yang sangat lebar dihiasi motif bulat-bulat seperti bentol-bentol yang merata pada seluruh bunga.

Calon bunga akan keluar dari permukaan akar.
Calon bunga akan keluar dari permukaan akar.

Dengan berpegangan pada akar-akar, Imam mengintip ke dalam cawan bunga. Di dasarnya ada bagian seperti rambut-rambut runcing dan kasar. Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 42 tahun silam itu mengamati lingkungan di sekitar bunga. Di akar-akar itu, belasan bunga bangkai berbagai fase tumbuh menempel. Ada yang busuk, layu, juga ada yang akan mekar, bakalan, dan siap mekar.

Bakal bunga telah keluar dari akar.
Bakal bunga telah keluar dari akar.

“Jadi gradasi pertumbuhannya beragam,” ujar Imam. Ukurannya pun beragam, mulai sebesar telur ayam hingga bola voli, terutama yang siap mekar. Beberapa calon bunga berwarna putih siap “keluar” dari akar itu. Ia organisme yang menempel pada akar pohon inang Tetrastigma. Adapun bunga yang sudah “lahir” dari akar sebesar lengan orang dewasa, berukuran sebesar bola pingpong atau lebih besar.

Bunga siap mekar.
Bunga siap mekar.

Namun, tidak semua bakal bunga sukses mekar. Bentuknya seperti kol tetapi berwarna merah kehitaman-hitam. Ukurannya mulai dari sebesar bola tenis, hingga 20 cm. Semua bunga dan bakal bunga menempel di akar sampai ketinggian 200 cm dari tanah. “Kalau dihitung ada sekitar 30-an bunga berbagai fase tumbuh,” kata Imam.

Bunga mekar hampir sempurna.
Bunga mekar hampir sempurna.

Sebelum pulang, Imam Prabu menuliskan peringatan dilarang merusak bunga untuk mengamankan rafflesia temuannya. Sebab, kawasan itu kerap dilalui masyarakat karena ada jalan setapak tidak jauh dari area itu. Tiga bulan kemudian atau Juni 2015, tim yang dipimpin Imam Prabu kembali bereksplorasi ke tempat yang sama. Mereka berharap bertemu rafflesia kembali. Belasan rafflesia masih tumbuh dengan baik.

Jenis baru
Delapan bulan kemudian, Prabu kembali menemukan rafflesia, tetapi di daerah lain, yaitu di Desa Gambir, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Padangsidempuang, Sumatera Utara. Ia menduga rafflesia berbunga tanpa musim. Semula ia menemukan rafflesia saat musim hujan, ternyata pada kemarau pun ia tetap berbunga. Menurut periset rafflesia dari Kebun Raya Bogor, Dra Sofie Mursidawati, rafflesia yang ditemukan Imam sepintas mirip Rafflesia gadutensis.

Imam Prabu temukan Rafflesia gadutensis di Tapanuli, Sumatera Utara.
Imam Prabu temukan Rafflesia gadutensis di Tapanuli, Sumatera Utara.

Untuk memastikannya dengan melihat ramenta alias bulu halus di dasar bunga. “Sampai 2011, jenis rafflesia yang tumbuh di Indonesia masih 11 jenis. “Namun, setelah dipelajari, ternyata di Bengkulu saja yang disangka hanya ada Rafflesia arnoldi, ternyata kemudian dibedakan lagi menjadi Rafflesia gadutensis, R. lawangensis, dan R. bengkuluensis. Di Sumatera Utara, periset Pusat Penelitian Biologi LIPI, Harry Wiriadinata, juga menemukan jenis baru yang semula disangka R. rochusenii.

Setelah pengujian diagnostik, ternyata jenis keduanya berbeda sehingga rafflesia baru itu disebut R. meijerii. Jadi sepertinya yang terjadi di Bengkulu terjadi pula di Sumatera Utara. Oleh karena itu daerah lain pun masih perlu dieksplorasi. Menurut dosen Jurusan Kehutanan, Universitas Bengkulu, Agus Susatya, hutan Sumatera memang masih harus dieksplorasi untuk menemukan dan mengetahui penyebaran refflesia secara detail.

Rafflesia tumbuh berbunga tanpa musim di Tapanuli, Sumatera Utara.
Rafflesia tumbuh berbunga tanpa musim di Tapanuli, Sumatera Utara.

Menurut Sofie Mursidawati, umumnya dari setiap satu pohon inang, hanya satu bunga yang mekar. Tampaknya itu terkait dengan energi atau nutrisi pohon inang, yaitu Tetrastigma sp., sejenis anggur-angguran. Rafflesia itu memiliki bunga yang sangat besar, bisa mencapai diameter 100 cm atau lebih. Agar bisa mekar sempurna diperlukan nutrisi yang sangat besar. Sofie menduga bila nutrisi yang disediakan pohon inang terbatas jumlahnya, dapat berakibat bunga gagal mekar.

Namun, menurut Sofie masih banyak misteri yang belum dipecahkan terkait dengan rafflesia, termasuk dengan keberadaan rafflesia di Tapanuli. Selama ini, puspa langka itu lebih banyak ditemukan di Bengkulu dan Jambi. Menurut Imam Prabu rafflesia itu tumbuh di lingkungan yang gelap. Ia tidak menerima sinar matahari karena ternaung pohon inang dan pohon lain. Selain itu, ia pun tumbuh di tebing-tebing yang lembap. Pohon inang itu tumbuh bersama dengan pohon loa Ficus racemosa (Syah Angkasa).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img