Perbandingan potensial antara nila merah dan nila hitam terus menjadi fokus penelitian budi daya air tawar karena faktor genetik, warna, dan respons pasar yang berbeda. Fitzsimmons dalam buku Tilapia Aquaculture in the 21st Century menjelaskan bahwa nila merah merupakan hasil seleksi genetik dari strain Oreochromis niloticus yang menghasilkan pigmen merah yang lebih mencolok. Sementara nila hitam mempertahankan karakter morfologi liar. Karakter visual itu sering memengaruhi preferensi konsumen sebelum menilai kualitas rasa dagingnya.
Pertumbuhan kedua varietas juga telah diuji dalam berbagai sistem pemeliharaan. Studi Nguyen dan rekan dalam Journal of Aquaculture and Fisheries 2022 menunjukkan bahwa nila hitam memiliki pertambahan bobot tubuh 9%—12% lebih tinggi pada sistem kolam intensif dibandingkan dengan nila merah ketika diberi pakan dengan protein 30%. Penelitian itu menegaskan bahwa faktor efisiensi metabolik lebih dominan pada nila hitam karena kapasitas adaptasinya terhadap kepadatan tebar yang tinggi.
Ketahanan terhadap penyakit menjadi aspek kritis dalam menentukan pilihan strain untuk usaha budi daya rumah tangga maupun skala besar. Dalam buku Principles of Fish Immunology disebutkan bahwa nila hitam memiliki respons imun innate lebih responsif terhadap paparan bakteri patogen umum seperti Streptococcus iniae dibandingkan dengan nila merah. Temuan tersebut selaras dengan praktik lapangan bahwa nila hitam lebih toleran terhadap fluktuasi kualitas air. Terutama di kolam tanah atau perairan yang tidak terkontrol secara penuh.
Selera pasar keduanya bergantung pada bentuk penjualan, sektor distribusi, dan model konsumsi. Penelitian El-Sayed dalam jurnal Reviews in Aquaculture 2020 menunjukkan bahwa konsumen ritel modern dan pasar ekspor cenderung memilih nila merah karena penampilan dagingnya lebih cerah dan menarik ketika dikemas. Adapun nila hitam lebih banyak diserap oleh pasar lokal, pedagang besar, dan restoran tradisional karena ukuran tubuh seragam dan harga relatif stabil. Kondisi itu menegaskan bahwa nilai ekonomi tidak ditentukan oleh strain semata, tetapi oleh segmentasi konsumen yang ingin dituju. (Naya Maura Denisa)
