Tuesday, April 16, 2024

Tingkat Kematian Lele Merendah 10 Kali Lipat, Rahasianya Serum Organik Hayati

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Lazimnya tingkat kematian lele mencapai 20%. Namun pembudidaya lele di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Herdiyanto Wibowo S.Pd., M.M., sukses menekan tingkat kematian lele hingga 10 kali lipat. Artinya mortalitas lele hanya 2%.

Rahasianya ia menggunakan serum organik hayati racikan sendiri. Serum kreasi Herdiyanto itu mengandung 15 bakteri baik seperti Azotobacter sp., Azospirillum sp., Streptomyces sp., dan Bacillus sp. Perlakuan pemberian serum itu untuk air kolam dan pakan.

Seperti budidaya lele pada umumnya, Herdiyanto mengendapkan air sebelum menebar benih. Kemudian ia melarutkan 50 ml serum di setiap kolam. Penambahan serum mempercepat waktu pengendapan menjadi 3 hari, semula 7 hari.

Ciri air kolam siap digunakan yakni kesat ketika dipegang. Itu menandakan mineral dalam air terurai dan oksigen terlarut lebih optimal. Setelah air siap, tebar benih. Adapun perlakuan lanjutan dengan pemberian 50 ml serum sepekan sekali dalam air kolam.

Pemberian serum dilakukan sampai 6 pekan. Tujuannya mengurai kotoran menjadi lumpur organik sebagai ruang hidup plankton. Plankton berperan sebagai pakan alternatif lele.

“Lele bersifat kanibal biasanya saat malam karena lebih aktif mencari makan Adanya plankton sebagai pakan alternatif membuat lele menjadi tidak kanibal,” kata pemilik Easy Farm itu.

Oleh sebab itu, mortalitas karena kanibal pun bisa ditekan.  Herdiyanto juga mencampur serum organik hayati pada pakan. Dosisnya setiap 1 kilogram (kg) pakan atau pelet hanya membutuhkan 1 ml serum.

Aplikasinya larutkan serum dalam setengah gelas air. Lalu campur pelet menggunakan air yang sudah terlarut dengan serum hingga basah merata. Setelah itu biarkan pelet 1 x 24 jam sebelum pemberian pakan.

Pencampuran serum pada pelet berfungsi meningkatkan daya cerna lele sehingga pakan tidak terbuang siasia. Dengan begitu nilai rasio konversi pakan atau feed conversion ratio (FCR) yakni 1.

Artinya 1 kg pakan menghasilkan 1 kg daging lele. Pemberian serum pada pelet juga meningkatkan metabolisme lele sehingga tidak mudah terserang penyakit.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelembutan dan Kekuatan Kartini Masa Kini Dalam Rangkaian Bunga

Trubus.id— Spirit Kartini menjelma dalam rangkaian bunga sarat budaya karya Anastasia Ferwidyasari. Perangkai bunga di Jakarta Selatan itu menuturkan,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img