Asupan nutrisi cukup, perawatan intensif, dan tepat memilih jenis kunci panen putsa jumbo.
Trubus — Indra Azmi di Kota Bandaaceh, Nanggroe Aceh Darussalam, memanen buah putsa berukuran jumbo. Sekilogram terdiri atas 8 buah atau rata-rata berbobot 125 g per buah. Selama ini beberapa pehobi tanaman buah kerap mengeluhkan ukuran buah putsa Ziziphus zizyphus kecil. Penangkar tanaman buah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Prakoso Heryono, pernah menerima puluhan pesan singkat dari para pehobi ke telepon genggam.
”Mereka mengeluh buah putsa di tabulampot kisut,” tutur Prakoso. Awalnya bunga keluar serentak, lalu berganti menjadi ratusan buah seukuran ruas jari kelingking. Namun, makin lama buah tak kunjung membesar, malah busuk dan menghitam. ”Dari 30 buah, paling hanya 5 buah yang besar,” ujar Nonot—panggilan akrab Prakoso Heryono.
Perhatikan jenis
Menurut penangkar tanaman buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto, bisa jadi jenis yang Indra koleksi putsa taiwan. Putsa asal Taiwan berbuah bulat seperti apel, mirip dengan putsa thailand generasi kedua, tapi rasanya lebih renyah. Daun putsa taiwan lebar membulat dengan diameter 4,5—5 cm dan cabangnya nyaris tanpa duri. Indra rutin memberikan pupuk NPK berimbang 16:16:16 selama masa vegetatif.

Dosisnya satu sendok teh per tanaman setiap dua pekan. Ia juga memberikan pupuk tambahan berupa pupuk kandang kotoran sapi yang sudah terurai berdosis 1 kg per tanaman. Menurut Eddy meski secara genetik putsa di kebunnya berbuah besar, tapi ukuran buah tidak akan optimal bila tak mendapat asupan nutrisi yang cukup.
Eddy mengatakan, “Kemungkinan yang berbuah kecil adalah jenis putsa asal Thailand generasi pertama.” Ciri khas jenis asal Negeri Gajah Putih itu bisa dikenali dari bentuk buahnya yang cenderung kecil dan lonjong, berdaun sempit, dan berduri banyak. Putsa thailand generasi pertama itu mirip putsa lokal alias bidara laut.
Ciri putsa thailand generasi kedua berbuah agak bulat dan besar, bisa mencapai ukuran apel malang. Daunnya lebar agak lonjong dan duri pada cabang sedikit. Menurut Eddy putsa sejatinya tanaman yang mudah berbuah dan tidak tergantung musim. “Bahkan kita bisa mengatur pembuahan putsa,” katanya. Caranya berikan pupuk NPK seimbang, 16:16:16. Dosisnya satu sendok teh per tanaman. Sepekan kemudian, lakukan pemangkasan terlebih dahulu.
Menurut Indra perangsangan bunga juga dapat dilakukan dengan stres air. Hentikan sementara penyiraman. Lima hari berselang, siram kembali putsa. Saat itu kondisi daun menguning, tapi beberapa hari kemudian muncul daun baru berbarengan dengan munculnya bunga. Saat bunga muncul ganti pupuk dengan NPK 13:13:21. Taburkan sesendok teh pupuk di area perakaran sebulan sekali.
Pangkas daun
Pada saat berbunga pastikan tanaman memperoleh air yang cukup. Menurut Eddy pemilik tanaman putsa kerap melupakan penyiraman yang cukup. Akibatnya bunga tanaman anggota famili Rhamnaceae itu rontok. Lakukan penyiraman sampai tanah betul-betul basah. Jika menanam putsa dalam pot, siram tanaman hingga air merembes ke luar pot.
Siram tanaman setiap hari saat kemarau. Saat musim hujan cukup siram 2—3 kali sepekan atau jika media tanam atau tanah terlihat kering. Saat buah muncul, lakukan pemangkasan daun. Tujuannya agar hara yang diserap tanaman lebih fokus untuk membesarkan buah. Pangkas daun tua atau daun yang mulai tak produktif, yaitu daun yang berwarna kuning. Pangkas juga daun yang tumbuh di dekat buah.

Petik 3 daun di dekat buah supaya buah mendapat cukup unsur hara untuk membesar. Sebaiknya lakukan juga seleksi pentil buah yang muncul serempak. Seleksi agar yang tersisa mencapai ukuran buah optimal sekitar 100 g per buah. Rompes 40% dari total populasi. Lakukan seleksi saat buah seukuran buku jari kelingking. Buah yang dirompes adalah yang mengerut, kehitaman, dan kering. Kombinasi pemilihan jenis dan tepat budidaya memungkinkan pehobi menuai putsa jumbo.
Waspada Hama Pusta
Setelah berbunga dan menjadi buah, waspada serangan hama yang mengintai putsa. Menurut penangkar tanaman buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto, hama yang kerap menyerang putsa adalah lalat buah Bactrocera sp. Dampak serangan buah busuk dan rontok. Oleh karena itu, bungkus buah ketika seukuran kelereng dengan plastik yang dilubangi atau pembungkus lain.
Kutu putih dan serangga penggerek batang juga kerap menyerang putsa. Semprotkan dahulu detergen untuk membuka sarang kutu putih. Kemudian semprotkan insektisida agar tepat mengenai tubuh serangga. Namun, jika serangan hama sudah parah, lebih baik potong dan musnahkan daun-daun yang terserang. Hama penggerek batang dimatikan dengan cara menyumpalkan kapas yang dililitkan di ujung lidi dan telah dicelupkan ke larutan inseksida. Selanjutnya sumpalkan kapas ke dalam lubang di batang yang dibuat hama penggerek. Dengan perawatan intensif apel india pun hampir seukuran dengan apel. (Imam Wiguna)
