Thursday, February 26, 2026

Pangan Lokal untuk Sahur dan Berbuka: Pilihan Bergizi, Segar, dan Berkelanjutan

Rekomendasi
- Advertisement -

Pakar gizi dari IPB University, Dr. Eny Palupi, menyarankan pangan lokal sebagai opsi menarik untuk menu sahur dan berbuka. Menurutnya, di tengah gempuran makanan instan dan produk impor, pangan lokal menawarkan komposisi gizi yang seimbang.

Ia menyoroti umbi-umbian—seperti singkong, ubi jalar, dan talas—yang kaya karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga kestabilan gula darah. Padahal, konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula dapat mengganggu kestabilan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes.

Selain umbi, kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah menyediakan protein nabati dan serat yang berperan penting dalam perbaikan jaringan tubuh dan menjaga kesehatan pencernaan. Sementara sayuran lokal—bayam, kangkung, kecipir, paria, bunga turi, dan daun kelor—mengandung vitamin serta mineral yang mendukung daya tahan tubuh.

Buah-buahan lokal juga mendapat sorotan: pisang, pepaya, rambutan, mangga, salak, dan lain-lain menjadi sumber energi cepat berkat kandungan glukosa yang mudah dicerna setelah seharian berpuasa.

“Dengan berbagai pilihan tersebut, pangan lokal bukan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak melainkan juga serat, vitamin, dan mineral esensial,” ujar Eny.

Di luar aspek gizi, pangan lokal umumnya lebih segar dibanding produk impor yang kerap memerlukan pengawet untuk transportasi dan penyimpanan jangka panjang. Dari sisi keberlanjutan, konsumsi pangan lokal juga ikut mendukung ekonomi petani setempat dan mengurangi jejak karbon akibat transportasi jarak jauh.

Dengan segala keunggulan itu, Eny menegaskan bahwa pangan lokal layak direkomendasikan sebagai menu sahur dan berbuka demi pola makan bergizi seimbang.


Artikel Terbaru

Daun Sukun untuk Kesehatan: Bukti Ilmiah Khasiatnya bagi Ginjal, Hati, dan Penyakit Degeneratif

Daun sukun (Artocarpus altilis) kian mendapat perhatian sebagai herbal pendukung kesehatan. Secara tradisional, daun kerabat nangka itu dimanfaatkan untuk...

More Articles Like This