Saturday, January 17, 2026

Pemakaian Parfum Membuat Produktivitas Sarang Meningkat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pemilik gedung walet bisa menggunakan parfum agar produksi sarang meningkat. Pemakaian parfum mampu memikat walet untuk menginap sehingga saat semakin banyak walet singgah dan menginap, produksi sarang pun kian melonjak.

Afdan zahra, salah satu pemilik rumah walet di Kabupaten Polewalimandar, Sulawesi Barat, menyebut, peningkatan panen sarang walet di gedung waletnya meningkat setelah pemakaian parfum. Peningkatan produksi sarang walet mencapai 60%.

Ia menyemprotkan parfum pada papan sirip dengan tangki. Frekuensi penyemprotan dua pekan sekali.

Afdan tidak sendiri merasakan peningkatan produksi sarang burung walet. Produksi rumah burung walet anyar milik Hartono, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, juga bertambah setelah menggunakan parfum yang sama.

Parfum yang digunakan oleh kedua pemilik gedung walet itu adalah kreasi Harry Wijaya, S.T., pemerhati walet di Jakarta. Menurut Harry, peningkatan sarang terjadi karena anakan yang tumbuh dewasa dan adanya walet dewasa baru yang menginap.

Penambahan sarang dalam waktu instan menandakan adanya pasangan walet dewasa yang menginap. Peningkatan kurun waktu 1 bulan terbilang cepat, padahal menunggu anakan siap kawin butuh 6 bulan. Artinya, perlakuan parfum kreasi Harry terbukti bisa mengundang walet dewasa untuk menginap.

Pembuatan parfum

Harry mengatakan, parfum baru itu terdiri atas dua bahan, parfum A dan parfum B. Bahan pertama mengandung sisa metabolisme walet (patahan sarang dan kotoran) dari rumah walet berpopulasi ribuan burung.

Ia mengemasnya menjadi konsentrat pekat dalam kemasan 500 ml. Parfum A perlu difermentasikan dengan 10 liter air sebelum aplikasi. Tujuannya, agar aroma parfum lebih optimal dan memudahkan aplikasi.

Setelah fermentasi selama 10 hari, tambahkan parfum B yang juga berbentuk konsentrat pekat. Parfum B berasal dari bahan organik sisa burung walet. Fungsi parfum B menguatkan campuran hasil fermentasi parfum A.

“Aromanya memang tidak enak jika dicium manusia. Namun, walet amat menyenanginya,” kata Harry.

Menurutnya, pengaplikasian parfum bisa menggunakan tangki sprayer atau bersamaan dengan pengabutan menggunakan mesin kabut.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img