Saturday, January 17, 2026

Pemupukan Berimbang Dongkrak Produksi Jagung Petani Di Bone

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik cair (POC) mendongkrak produksi jagung milik Andi Jamal. Petani di desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, itu berhasil panen 2 ton jagung pipil kering pada musim tanam 2023.

Ia memeroleh pendapatan Rp6,4 juta (Harga jagung saat itu Rp3.200 per kg). Selain hasil panen yang sangat memuasakan, biaya produksi juga tergolong murah.

Ia hanya memerlukan 3 karung pupuk kimia dan 2 jeriken pupuk organik cair (POC) selama masa budi daya. Sementara benih yang ditanam sebanyak 5 kg.

Menurut Andi panen optimal lantaran memanfaatkan kombinasi pupuk anorganik dan organik. Ia mencampur 75 kg Urea dan 75 kg Phonska lalu ditaburkan di setiap tanaman. Ia memastikan waktu penaburan pupuk berdekatan dengan musim hujan. Pemupukan 1—2 hari sebelum hujan datang.

“Petani harus pandai memprediksi waktu hujan sehingga pemupukan tidak sia-sia,” ujarnya.  

Andi menaburkan pupuk kimia hanya sekali yakni saat tanaman berumur 14 hari setelah tanam (HST). Pemupukan selanjutnya cukup mengandalkan POC. Andi memberikan pupuk kembali saat tanaman berumur 25 HST.

Ia memilih POC besutan PT Trubus Swadaya. Semua itu bermula ketika ia mengikuti penyuluhan tentang jenis dan penggunaan pupuk organik. Andi pun langsung tertarik menggunakann POC Trubus untuk budi daya jagung.

Andi menuturkan bahwa kebutuhan POC hanya 10 liter hingga panen. Ia memberikan 5 liter POC Trubus saat tanaman berumur 25 HST dan 60 HST. Pemupukan saat tanaman berumur 60 HST bertujuan memperkuat performa tanaman saat tongkol jagung mulai berisi.

Menurut formulator pupuk besutan Trubus, Muhammad Rian, POC Trubus kaya unsur hara sehingga membantu tanaman untuk tumbuh dan berproduksi optimal. POC Trubus berasal dari lemak hewani sehingga dapat menutrisi dan meningkatkan imunitas tanaman.

Selain itu pupuk Trubus dilengkapi biostumulan sehingga mengembalikan kesuburan tanah. POC Trubus juga meningkatkan aktivitas mikrob di dalam tanah, meningkatkan metabolisme tanaman, mencegah stres lingkungan, dan meningkatkan jumlah klorofil.

POC Trubus mengandung 18,79% C-organik; 5,93% N + P2 O5 + K2 O; 1,70% N-organik; 140,46 ppm Fe-total; 14,61 ppm B-total; dan 7,66 ppm Mo-total. Adapun derajat keasaman pupuk yakni 4,21.

POC Trubus dapat digunakan untuk meningkatkan produksi beragam tanaman seperti tanaman pangan (padi dan jagung), umbi-umbian, sayuran, tanaman buah tahunan, dan tanaman buah musiman.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img