Wednesday, January 28, 2026

Penggunaan Kendaraan Listrik Lebih Menguntungkan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kendaraan listrik merupakan salah satu upaya terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan di tengah masyarakat. Ada kisah menarik dari seorang pengguna kendaraan listrik yang menilai lebih menguntungkan.

Delapan bulan lalu, Wawan Poedji Santoso gamang di antara dua pilihan. Perusahaan teknologi transportasi yang telah bermitra dengannya sejak 2015, baru saja meminjamkan sepeda motor listrik.

Di satu sisi, pria 46 tahun itu senang karena tidak lagi perlu menggunakan sepeda motor bensin milik pribadi yang telah ditungganginya untuk mengojek dalam lima tahun terakhir. Namun di sisi lain, terselip kekhawatiran karena Wawan tak paham seluk beluk tunggangan baru itu.

Ia khawatir perawatan motor listrik bakal merogoh koceknya lebih dalam, sedangkan ia harus menyisihkan penghasilan dari mengojek untuk istri dan empat anaknya. Terlebih, perusahaan mematok bea sewa sebesar Rp40 ribu per hari jika menerima tawaran pinjaman.

“Saya buta sama sekali. Berapa biaya perawatannya? Apakah konsumen juga bakal suka?” kata Wawan, dikutip dari laman Indonesia.go.id.

Akhirnya, ia memutuskan mengambil tawaran itu setelah melalui beberapa pertimbangan. Selang sebulan, kegamangan itu hilang. Memasuki bulan kedua, ia memantapkan pilihan untuk terus mengojek dengan sepeda motor listrik.

Alih-alih tekor, Wawan malah bisa menabung lebih banyak. Pengeluaran bensin sebesar Rp50 ribu per hari serta ongkos perawatan sekitar Rp200 ribu tiap dua-tiga minggu, tak ada lagi.

Selepas berbincang, Wawan mengajak menggunakan sepeda motor listriknya menuju daerah berjarak sekitar lima kilometer. Sekilas, perawakan motor yang dikemudikan Wawan tidak jauh berbeda dengan sepeda motor konvensional.

Satu pembeda yang paling terlihat jelas, tak ada knalpot di motor tersebut. Bahkan saat ditunggangi, motor listrik dalam beberapa hal terasa lebih nyaman ketimbang sepeda motor konvensional. Sepeda motor Wawan tak berisik dan tak berasap. Stop and go di jalanan macet pun dilalui dengan lancar.

Pemerintah punya komitmen besar mendorong pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik yang merupakan bagian dari upaya mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2023 dan net zero emission pada 2060.

Fitra Eri, pengamat otomotif mengatakan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia memang belum sebanyak di negara-negara maju. Namun, ia optimis hal itu bakal membaik setelah melihat animo masyarakat terhadap kendaraan listrik kian membesar seperti kisah Wawan, serta keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ekosistemnya.

Fitra menambahkan penggunaan kendaraan listrik pada ajang G20 dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk berperan lebih besar di industri kendaraan listrik di masa mendatang. Tidak hanya negara perakit, tapi betul-betul menjadi negara produsen kendaraan listrik.

“G20 ini adalah saat yang tepat untuk berbicara karena selama ini kita sudah berjalan ke arah yang baik dalam industri kendaraan listrik,” ujar Fitra yang memiliki dua mobil listrik.

Berdasarkan pengalaman, lanjut Fitra, kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan dibanding kendaraan konvensional. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik lebih praktis karena bisa di-charge di rumah.

“Tidak ada suara, getaran, dan tenaga pun instan. Tiga tujuan pabrikan mobil itu kini sudah ada di mobil listrik,” papar Fitra.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total kendaraan listrik di Indonesia per September 2022 mencapai 21.987 unit. Penjualan terbanyak adalah sepeda motor yang mencapai 19.024 unit.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img