Trubus.id—Permintaan madu trigona akan meningkat saat musim hujan tiba. Menurut pembudidaya madu trigona di Kabupaten Ogan Kemiring Ulu, Sumatra Selatan, Nurhidayat, saat musim hujan produksi menurun 50—60% bahkan ada log yang tidak berproduksi sama sekali
Penyebabnya koloni lebah enggan mengambil nektar bunga karena hujan. Tentu saja produksi juga menurun saat curah hujan tinggi pada November—Ferbruari. Kendala produksi itulah yang juga memicu permintaan tidak terpenuhi.
Hidayat menuturkan, musim hujan hanya produksi yang melambat, mutu madu tetap baik. Adapun waktu terbaik produksi madu saat musim panas (Juli—September). “Produksi saat musim panas 1 log menghasilkan 1 liter madu per bulan,” kata pembudidaya trigona sejak 2020 itu.
Menurut Hidayat total jenderal di Desa Lekisrejo, Kecamatan Lubukraja, Kabupaten Ogan Kemiring Ulu, Sumatra Selatan, terdapat 1.000 log produksi lebah lanceng. Hidayat mengelola 66 log dengan hasil panen 400— 1.000 ml per log selang panen 1—2 bulan.
“Saat musim panas permintaan relatif terpenuhi, sedangkan musim hujan produksi tidak mencukupi permintaan,” kata pria berumur 39 tahun itu.
Sayang konsumen belum banyak mengetahui keunggulan madu lanceng. Mayoritas konsumen madu di tanah air lebih mementingkan cita rasa dan harga dibandingkan dengan khasiat.
Harap mafhum, cita rasa madu yang dikenal konsumen manis, sedangkan madu lanceng bercita rasa masam. Meskipun demikian Hidayat memprediksi permintaan madu lanceng terus meningkat. Permintaan bertahap meningkat disertai promosi khasiat yang unggul.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) produksi madu di Indonesia sejatinya meningkat pada 2020—2021. Pada 2020 produksi madu nasional hanya 51.338 liter. Pada 2021 produksi melonjak 269,65% menjadi 189.780 liter.
Jika massa jenis madu 1,4 maka setara 265.292 kg atau 265 ton. Adapun data dari Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), kebutuhan madu nasional minimal 15.000 ton per tahun dengan rata-rata konsumsi 15—20 gram per kapita per tahun. Artinya, ceruk pasar madu di tanah air masih terbuka lebar.
Namun, berbisnis madu tidak melulu masalah meningkatkan pasokan, mesti juga menjaga kualitas produk demi menjaga kepercayaan konsumen.
