Trubus.id— Universitas Jember terus menyosialisasikan pentingnya penggunaan pupuk organik. Sebab, penggunaan pupuk organik mampu mengembalikan dan memperbaiki unsur hara tanah.
Universitas Jember melakukan kajian terapan penggunaan pupuk organik di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Salah satu tujuan utama project itu adalah untuk memelihara unsur hara tanah.
Menurut Dekan Fakultas Pertanian Univertas Jember, Prof. Dr. Ir. Soetrino M.P., kandungan unsur hara tanah yang ideal adalah 5%. Namun saat ini kandungan unsur hara tanah umumnya malah tidak lebih dari 2,5%.
“Kajian terapan ini juga bisa menjadi kampanye penggunaan pupuk organik untuk memelihara kandungan unsur hara dalam tanah, yang bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia,” kata Soetrino, saat menghadiri panen raya jagung di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dilansir dari laman Universitas Jember.
Kajian terapan penggunaan pupuk organik merupakan kerjasama antara Universitas Jember dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur. Ada 6 Kabupaten yang dijadikan tempat kajian terapan itu, yakni Kediri, Tulung Agung, Trenggalek, Nganjuk, Madiun dan Ponorogo.
Soetrino menjelaskan untuk mengembalikan unsur hara tanah tidak bisa instan, dibutuhkan penerapan minimal 2 kali dalam setahun selama 2 hingga 3 tahun.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap petani bisa membuat pupuk organik sendiri sehingga tidak lagi bergantung pupuk kimiawi dan selanjutnya bisa mengaplikasikan pada lahan mereka sendiri,” tutur Soetrino.
Sementara itu, Kepala Desa Kranding, Badiuszzaman menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Universitas Jember. Ia mengatakan, 80 persen warga Desa Kranding berprofesi sebagai petani dan mayoritas masih menggunakan cara tradisional.
“Sekarang, petani bisa mempraktikkan pengetahuan membuat dan mengaplikasikan penggunaan pupuk organik yang manfaatnya selain meningkatkan produktivitas pertanian juga bisa memperbaiki unsur hara tanah,” katanya.
Untuk lahan uji di Desa Kranding seluas 0,30 hektare dengan komoditas yang ditanam adalah jagung. Menurutnya, dengan menggunakan pupuk organik, kelembapan tanah terjaga, tanaman lebih kuat, tahan serangan hama dan penyakit.
Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Mojo, Heru Setiawan, S.E, M.M. Ia menyatakan ada hasil signifikan yang didapat petani setelah menerapkan penggunaan pupuk organik hasil kajian terapan Fakultas Pertanian Universitas Jember.
“Dari berbagai pola tanam yang diajarkan, Gapoktan bisa mengetahui pola tanam yang efektif dan maksimal,” katanya. Ia berharap hal ini menjadi awal kerjasama yang baik untuk ke depan agar bisa dilanjutkan.
